Jakarta, INVESTOR IDN – Pada tahun 2025, sejumlah perusahaan di Indonesia telah mengambil langkah signifikan dalam menerapkan inisiatif energi terbarukan (renewable energy) sebagai bagian dari komitmen transisi energi nasional. Berikut adalah beberapa perusahaan dan proyek utama yang menonjol:
1. PLN Nusantara Renewables
- Proyek Cirata Floating Solar Power Plant
- Merupakan pembangkit listrik tenaga surya terapung terbesar di Asia Tenggara dan ketiga terbesar di dunia, dengan kapasitas 145 MWac/192 MWp.
- Diresmikan pada November 2023 dan telah memproduksi 158 GWh listrik hijau hingga pertengahan 2024.
- Proyek ini mampu mengurangi emisi CO2 hingga 214.000 ton per tahun dan menjadi inspirasi untuk pengembangan proyek serupa di masa depan.
- PLTS Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara
- Pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 50 MW untuk mendukung kebutuhan listrik di IKN.
- Proyek ini diproyeksikan menghasilkan 92,8 GWh energi hijau dan mengurangi emisi CO2 sebesar 104.864 ton per tahun.
2. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
- Ekspansi Geothermal oleh Star Energy Geothermal
- Pada Juli 2025, Barito Renewables meresmikan dan memulai pembangunan lima proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) di Salak dan Wayang Windu, Jawa Barat.
- Investasi sebesar USD 365 juta untuk menambah kapasitas sebesar 112 MW.
- Proyek ini juga menciptakan lebih dari 3.000 lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi hijau di daerah sekitar.
3. Perusahaan Lain yang Berperan dalam Energi Terbarukan
- Adaro Power
- Berkolaborasi dengan PLN Nusantara Renewables dalam pengembangan PLTS Cirata dan proyek energi terbarukan lainnya.
- Total Eren
- Berperan sebagai mitra internasional dalam proyek-proyek tenaga surya di Indonesia.
4. Inisiatif Pemerintah dan Sektor Swasta
- Pemerintah Indonesia melalui RUPTL 2025–2034 menargetkan 76% dari tambahan kapasitas pembangkit listrik baru berasal dari energi terbarukan, seperti surya, hidro, angin, dan panas bumi.
- Investasi di sektor energi terbarukan ditargetkan naik 28% pada tahun 2025, didukung oleh regulasi baru untuk mempercepat pengembangan infrastruktur listrik berbasis EBT (Energi Baru Terbarukan).
Tabel: Proyek dan Perusahaan Utama Energi Terbarukan Indonesia 2025
| Perusahaan | Proyek Utama | Jenis Energi | Kapasitas | Dampak Lingkungan |
|---|---|---|---|---|
| PLN Nusantara Renewables | Cirata Floating Solar Power Plant | Surya Terapung | 145 MWac/192 MWp | Reduksi 214.000 ton CO2/tahun |
| PLN Nusantara Renewables | PLTS IKN Nusantara | Surya | 50 MW | Reduksi 104.864 ton CO2/tahun |
| Barito Renewables (BREN) | Star Energy Geothermal (Salak, Wayang Windu) | Panas Bumi | 112 MW | >3.000 lapangan kerja baru |
| Adaro Power & Total Eren | Kolaborasi PLTS Cirata & proyek lain | Surya | – | Mendukung target NZE 2060 |
Tantangan dan Prospek
- Tantangan: Masih terdapat hambatan regulasi, pendanaan, dan infrastruktur yang memperlambat adopsi energi terbarukan secara nasional.
- Prospek: Dengan dukungan kebijakan pemerintah dan kolaborasi sektor swasta, diharapkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional terus meningkat hingga mencapai target jangka panjang.
Kesimpulan
Pada 2025, perusahaan-perusahaan besar di Indonesia seperti PLN Nusantara Renewables dan Barito Renewables telah menjadi pionir dalam implementasi energi terbarukan. Inisiatif mereka tidak hanya mendukung target nasional menuju net zero emission, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan ekonomi lokal.

