blank

Arah Baru Investor: Sinyal Kuat dari Kinerja Emiten Konstruksi

Jakarta, INVESTOR IDN – Sektor konstruksi Indonesia mengirimkan pesan optimistis yang tak bisa diabaikan para investor pada Selasa (12/8/2025). Saham-saham unggulan, terutama emiten BUMN Karya, mencatat lonjakan spektakuler—sebuah momentum yang mencerminkan kepercayaan baru pada transformasi BUMN dan peluang berskala nasional.

  • PP Presisi Tbk (PPRE) melonjak 34,18%, mencerminkan kepercayaan pasar pada ekspansi dan soliditas fundamental perusahaan konstruksi terintegrasi.
  • Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) naik 14,29%, sementara Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) terangkat 8,97%.
  • Saham lain seperti Wijaya Karya Beton (WTON)Total Bangun Persada (TOTL), dan PP (Persero) Tbk (PTPP) juga bergerak di zona hijau, menandakan dorongan luas di sektor konstruksi.

Analisis Saham WTON: Potensi dan Peluang

Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) turut mencuri perhatian investor dengan kenaikan harga sebesar 5,15% pada perdagangan terakhir. Sebagai anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, WTON memiliki posisi strategis di industri pracetak Indonesia dan kerap menjadi penyuplai utama untuk proyek-proyek infrastruktur berskala nasional.

Dari sisi teknikal, pergerakan harga WTON yang menanjak ke zona positif mengindikasikan potensi rebound setelah sebelumnya bergerak flat dalam beberapa pekan. Permintaan infrastruktur yang meningkat, terutama di paruh kedua 2025, akan menjadi katalis positif bagi kinerja perseroan. Investor patut mencermati volume perdagangan dan tren pembentukan support baru di kisaran harga saat ini, yang memberi ruang akumulasi apabila didukung sentimen positif pasar secara berkelanjutan.

Secara fundamental, WTON diproyeksi mendapat tambahan kontrak baru seiring percepatan realisasi Proyek Strategis Nasional dan dukungan likuiditas dari Danantara. Fokus pada pengendalian biaya dan diversifikasi pasar turut memperkuat prospek laba di semester mendatang. Perhatian terhadap arus kas dan pipeline proyek pada sektor infrastruktur menjadi indikator penting untuk memvalidasi keberlanjutan tren positif ini.


Faktor Pendorong: Danantara sebagai Game Changer

Keberadaan Danantara—sovereign wealth fund (SWF) baru yang mengelola dana Rp81,5 triliun—menegaskan komitmen nasional dalam menyalurkan investasi ke sektor prioritas termasuk infrastruktur dan konstruksi. Danantara diproyeksi memperkuat fundamental BUMN melalui restrukturisasi, penguatan permodalan, hingga konsolidasi aset. Langkah ini berdampak langsung pada penambahan nilai pemegang saham dan membuka pintu investasi asing jangka panjang.

Menurut analis pasar modal, aksi-aksi korporasi di bawah Danantara menghadirkan sentimen positif dan menambah daya tarik saham-saham pelat merah, khususnya di sektor konstruksi. Meski demikian, investor tetap disarankan menganalisis strategi jangka menengah-panjang sebelum mengambil keputusan.


Sinyal Teknikal & Proyeksi Target Harga

  • PTPP membentuk pola bullish pennant dengan target kenaikan di Rp500 dan resistance di Rp450.
  • WTON berpotensi melanjutkan momentum positif selama sentimen infrastruktur terjaga dan pipeline proyek baru terealisasi; area support di kisaran psikologis harga terakhir bisa dimanfaatkan untuk pembentukan level entry investor jangka menengah.
  • Performa positif pada saham konstruksi lainnya menunjukkan potensi lanjutan, terutama jika faktor fundamental dan sentimen kebijakan pemerintah tetap terjaga.

Kesimpulan: Lonjakan harga saham di sektor konstruksi, termasuk emiten seperti WTON yang menunjukkan potensi penguatan didukung prospek pesanan baru dan optimisme pemerintah, menandakan pasar sedang memasuki fase pertumbuhan baru. Bagi investor, ini momentum ideal untuk mencermati peluang, memperkuat analisa, dan mengambil langkah strategis dalam portofolio masing-masing.

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor. Riset mendalam diperlukan sebelum mengambil langkah investasi.

More From Author

blank

Danantara: Revolusi Baru di Bursa Saham Indonesia 2025

blank

Momentum Emas MSCI: Front-Run Dana Asing dan Rebut Keuntungan Maksimal di Bursa Saham

blank
ASA Media
ASA Media

Video Pilihan