Goto

Lantai Bursa Oktober Meriah: IHSG Sentuh Rekor, GOTO dan BMRI Jadi Bintang Utama

Jakarta, INVESTOR IDN – Oktober 2025 menjadi bulan penuh aksi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan indeks utama mencatat pencapaian luar biasa. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.354,67 poin, mencerminkan optimisme investor meski kondisi ekonomi global masih penuh ketidakpastian.

Momentum penguatan ini terus berlanjut hingga akhir Oktober. Pada penutupan akhir bulan, IHSG tertutup di level 8.184,06 dengan penguatan 0,22% atau naik 18,41 poin. Sepanjang bulan, indeks komposit Indonesia berhasil menambah 1,30% dalam waktu sebulan terakhir dan mencatatkan pertumbuhan 7,88% year-on-year.

Penguatan IHSG didukung performa solid dari beberapa saham unggulan. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menonjol sebagai raksasa teknologi yang mengalami comeback dramatis. Pada 30 Oktober, saham GOTO menguat 7,14% ke level Rp60 per lembar, menjadi saham paling aktif diperdagangkan dengan volume mencapai 10,55 miliar lembar. Pencapaian ini dipicu oleh peluncuran laporan kinerja kuartal III 2025 yang menunjukkan transformasi bisnis signifikan.

Dalam hasil kuartal III-2025, GOTO berhasil mengubah posisi dari rugi menjadi untung dengan laba sebelum pajak yang disesuaikan (adjusted pre-tax profit) sebesar Rp62 miliar. Pertumbuhan ini mencapai Rp728 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja kuat ini mendorong manajemen GOTO meningkatkan target EBITDA untuk tahun 2025 menjadi Rp1,8-1,9 triliun, naik signifikan dari proyeksi awal Rp1,4-1,6 triliun.

Sementara itu, PT Bank Mandiri (BMRI) menunjukkan ketahanan meski mengalami konsolidasi. Pada 30 Oktober, BMRI menguat 3,23% menjadi salah satu pendorong utama penguatan IHSG. Pada 27 Oktober, bank pelat merah ini melaporkan laba bersih konsolidasi Rp37,75 triliun untuk kuartal III 2025. Meski terjadi kontraksi 10,14% year-on-year dari Rp42,01 triliun periode sebelumnya, laba bulanan BMRI menunjukkan peningkatan 1,84% secara month-on-month menjadi Rp4,14 triliun.

Hal positif terletak pada pencapaian pertumbuhan kredit BMRI yang mencapai Rp1.764,32 triliun, melampaui rata-rata industri perbankan nasional dengan pertumbuhan 11% year-on-year versus 7,7% industri. Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh solid 13% year-on-year menjadi Rp1.884 triliun dengan rasio CASA yang masih dominan di 69,3%. Bank Mandiri pun mengumumkan rencana buyback saham senilai Rp1,17 triliun sebagai sinyal kepercayaan diri terhadap prospek bisnis jangka panjang.

Dividen Berlimpah, Investor Bergembira

Oktober juga berkah bagi investor pencari dividen. Lima emiten utama membagikan dividen interim dengan jadwal cum-date yang jatuh pada minggu ketiga Oktober. PT Astra International (ASII) memimpin dengan pembagian Rp98 per saham, diikuti PT Astra Otoparts (AUTO) sebesar Rp59 per saham dan PT Cisarua Mountain Dairy (CMRY) sebesar Rp100 per saham. Analis dari Indo Premier Sekuritas merekomendasikan ASII dan AUTO sebagai pilihan utama karena valuasi yang menarik dengan target harga berturut-turut Rp6.400 dan Rp2.800 per saham.

IPO Lighthouse Membanjiri Pipeline

Momentum positif di bursa juga menciptakan antusiasme bagi perusahaan yang akan go-public. BEI mengumumkan bahwa tiga calon emiten jumbo tengah berada di tahap akhir proses IPO menjelang akhir 2025, melengkapi pencapaian lima IPO lighthouse yang telah berhasil dicatat tahun ini. Dari sektor perbankan, PT Superbank Indonesia (BSPR) dikabarkan akan melakukan book building dengan harga penawaran Rp250-Rp300 per saham, menargetkan dana segar hingga US$300 juta. Sementara itu, PT Pelayaran Jaya Hidup Baru (PJHB) mengumumkan rencana IPO dengan penetapan dividen minimum 30% dari laba bersih mulai tahun buku 2025.

Energi dan Teknologi Menghijau

Secara sektoral, pergerakan Oktober didominasi sektor teknologi, energi, dan keuangan yang masing-masing menguat 1,87%, 1,3%, dan 1,13% menutup perdagangan akhir Oktober. Saham-saham seperti PT Nusantara Sejahtera Raya (CNMA) dari industri hiburan dan bioskop juga menunjukkan optimisme dengan pengumuman dividen interim Rp5 per saham.

Di tengah fluktuasi perdagangan, aliran dana asing terus masuk. Investor asing mencatatkan pembelian bersih Rp945,56 miliar di pasar reguler pada perdagangan akhir bulan, mengindikasikan keyakinan pada prospek pasar modal Indonesia.

Oktober 2025 membuktikan bahwa lantai bursa Indonesia mampu mencuri perhatian dengan pencapaian rekor dan momentum recovery yang kuat dari saham-saham teknologi dan finansial. Dengan hadirnya calon-calon emiten jumbo, diversifikasi pembagian dividen, dan pertumbuhan volume transaksi yang konsisten, bursa terus mengukuhkan posisinya sebagai pemain serius di pasar modal Asia Tenggara. Momentum ini sekaligus memberikan sinyal bahwa investor tetap optimis terhadap ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.

More From Author

Mendorong Pasar Modal

Mendorong Pasar Modal Indonesia sebagai Instrumen Pembangunan yang Inklusif, Berintegritas, dan Kompetitif Global

blank

Cuan Dividen Saham Di Bulan November 2025

blank
ASA Media
ASA Media

Video Pilihan