BEKS BJTM

Bank Banten dan Bank Jatim Resmi Bentuk KUB, Sinergi Perkuat Struktur Modal dan Perluas Layanan Perbankan

Jakarta, INVESTOR IDN– Tahun 2025 menjadi momen penting bagi Bank Banten (BEKS) dengan bergabung secara resmi dalam Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama Bank Jatim (BJTM). Transaksi pembelian saham oleh Bank Jatim senilai Rp742,82 juta pada 5 November 2025 menandai langkah awal pembentukan sinergi strategis kedua bank daerah ini. Langkah ini bagian dari program konsolidasi perbankan nasional yang digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat permodalan serta memperluas jangkauan layanan perbankan.

Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami, menyatakan bahwa kolaborasi ini bukan hanya memperkuat struktur permodalan, namun juga membuka peluang perbaikan efisiensi operasional dan perluasan bisnis. Dengan sinergi bersama Bank Jatim, Bank Banten diharapkan bisa memanfaatkan teknologi serta sumber daya manusia yang lebih baik, mempercepat transformasi digital, dan meningkatkan daya saingnya. Kinerja keuangan Bank Banten juga menunjukkan tren positif dengan laba bersih hingga kuartal III 2025 naik 43,34 persen menjadi Rp10,7 miliar, didukung peningkatan penyaluran kredit dan dana pihak ketiga.

Sebagai tindak lanjut, Bank Banten akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 28 November 2025 untuk menetapkan Bank Jatim sebagai Pemegang Saham Pengendali Kedua sekaligus Bank Induk KUB. Rapat ini juga akan membahas rencana aksi pemulihan perusahaan sesuai regulasi OJK.

Sinergi KUB ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur Banten dan diyakini akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengelolaan rekening kas daerah dan layanan perbankan yang lebih luas. Respons pasar juga positif, dengan kenaikan harga saham BEKS yang mencerminkan optimisme terhadap masa depan Bank Banten di bawah payung KUB bersama Bank Jatim.

Langkah ini menandai babak baru dalam penguatan perbankan daerah, memposisikan Bank Banten untuk lebih tangguh dan kompetitif dalam menghadapi tantangan industri keuangan nasional dan regional.

More From Author

blank

Rekomendasi Buku Saham Indonesia 2025: Yuk Belajar Nabung Saham

Grab Akusisi Goto

Borong Saham: BlackRock dan JPMorgan Gencar Akumulasi GOTO di Tengah Isu Merger Grab

blank
ASA Media
ASA Media

Video Pilihan