Indonesia ESG Leadership Award 2025

Indonesia ESG Leadership Award 2025, Bukti Transformasi Bisnis Menuju Keberlanjutan

Jakarta, INVESTOR IDN – Transparansi ESG kini menjadi penentu utama kepercayaan investor di kancah global. Indonesia menegaskan komitmen itu melalui ajang penghargaan ESG Leadership Award 2025, yang menghadirkan tonggak baru dalam penerapan keberlanjutan di dunia usaha Tanah Air. Sebanyak 64 perusahaan nasional menerima apresiasi dalam acara yang berlangsung pada 12 November 2025 di Soehanna Hall, The Energy Building SCBD Jakarta. Tidak sekadar menjadi seremoni, penghargaan ini menandai perubahan nyata dalam tata-kelola korporasi, di mana implementasi prinsip ESG bukan lagi sekadar deklarasi, melainkan diterapkan pada level strategis hingga operasional.

Kepemimpinan dan Kolaborasi untuk Masa Depan Hijau

“ESG Transparansi telah menjadi mata uang baru kepercayaan global,” tegas Muliaman D Hadad, Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara, saat memberi sambutan. Ucapan itu menegaskan perubahan paradigma bahwa keterbukaan dalam pelaporan ESG kini menjadi syarat mutlak bagi keterhubungan pasar Indonesia dengan ekonomi dunia yang makin selektif terhadap praktik keberlanjutan. Bloomberg Intelligence menggarisbawahi bahwa triliunan dolar mengalir ke perusahaan yang konsisten menjalankan ESG secara transparan dan teruji.

Acara bertema Aligning Indonesia ESG Leadership with Global Opportunities ini menghadirkan tokoh-tokoh penting: Ketua Penyelenggara Hawra Nahdiyah Ilma membuka perhelatan, sementara Isnaeni Achdiat (Wakil Ketua Umum Komite Nasional Kebijakan Governansi), Henri Rialdi (Kepala Departemen Pengaturan dan Pengembangan Pasar Modal OJK), serta Founder BGK Achmad Deni Danuri menegaskan pentingnya integrasi ESG untuk memastikan masa depan ekonomi nasional tetap relevan pada skala global.

Penilaian 33 Faktor: Seleksi Ketat Hindari Greenwashing

Berbeda dari kompetisi serupa, ESG Leadership Award 2025 melibatkan penilaian berbasis 33 faktor yang dirumuskan BGK Foundation di bawah kepemimpinan Achmad Deni Danuri. Penilaian mencakup dimensi lingkungan, sosial, dan tata kelola, serta dirancang agar setiap lapisan komitmen perusahaan—mulai dari keterbukaan data lingkungan, prinsip sosial inklusif, hingga governance yang akuntabel dan independen—benar-benar diuji melalui validasi pihak ketiga sehingga risiko greenwashing dapat ditekan semaksimal mungkin.

Penghargaan Spesial: WIKA Beton dan ITM Jadi Contoh Utama

Salah satu sorotan utama adalah PT Wijaya Karya Beton Tbk, yang berhasil meraih Special Award Most Progressive ESG Transparency serta predikat Management AAA. Perusahaan ini tercatat sebagai pionir penetapan standar baru lewat sertifikasi Environmental Product Declaration (EPD) dan langkah integrasi ESG ke seluruh lini proses bisnis. Direktur Utama Kuntjara beberapa waktu lalu dianugerahi “The Most Committed GRC Leader 2025”.

Tak kalah prestisius, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM) menerima Special Award ESG Transparency of the Year dan kategori Management AAA. Capaian ITM semakin bermakna setelah Sustainalytics menempatkannya sebagai Top 1 tambang di Indonesia dan Top 2 secara global, didukung agenda transisi energi mulai PLTS, biosolar B35, hingga proyek elektrifikasi tambang pada 2027.

Antusiasme Pelaku Usaha dan Pemerintah, ESG Jadi Arus Utama Bisnis

Jumlah pemenang tahun ini menjadi sinyal positif bagi ekosistem bisnis nasional. CEO dan regulator kompak menegaskan bahwa ESG kini bukan sekadar parameter etika atau reputasi, melainkan fondasi strategi dan regulasi keuangan masa depan. OJK, melalui Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI), turut menyiapkan fondasi ekosistem agar perusahaan lokal mampu memenuhi komitmen global, selaras dengan inisiatif pembangunan nasional dan mandat internasional.

Spektrum Kategori: Dari B sampai AAA

Sistem kategori penghargaan Management B hingga AAA menawarkan ruang pertumbuhan. Pendekatan bertingkat ini memungkinkan korporasi pada berbagai tahap perjalanan ESG tetap mendapatkan insentif untuk melakukan perbaikan berkelanjutan—sembari memberikan spotlight bagi perusahaan yang telah menembus standar dunia.

Daftar penerima mencakup nama besar seperti PT Astra Internasional Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia, yang selama ini dikenal konsisten dalam pilar keberlanjutan. Astra misalnya terus memperluas proyek energi terbarukan dan pemberdayaan komunitas, sedangkan BRI memperkuat pembiayaan hijau melalui instrumen berbasis ESG senilai Rp 73,45 triliun pada semester I/2025.

Tantangan Bisnis Hijau Masih Membentang

Meski 64 korporasi telah diakui, perjalanan menuju praktik ESG yang merata masih panjang. Konsistensi pelaporan, transparansi data, dan penegakan audit independen mesti diperkuat. Tren global kini menuntut peralihan dari sekadar pelaporan menjadi aksi nyata, mulai dari penurunan emisi, keterlibatan komunitas, hingga governance yang makin adil dan terbuka.

Indonesia ESG Leadership Award 2025 telah menjadi langkah awal penting. Tantangan berikutnya: memastikan seluruh komitmen itu bertransformasi nyata, bukan sekadar laporan di atas kertas.

More From Author

blank

Transformasi Bisnis BUMN : Prasyarat Strategis Sebelum Integrasi ke Dalam Danantara

blank

OCBC dan Dimensional Serbu Saham DEWA, Sentimen Positif Investor Asing Terus Menggelora

blank
ASA Media
ASA Media

Video Pilihan