Jakarta, INVESTOR IDN – Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) terus menarik perhatian investor institusional global. Dua investor besar baru, yakni OCBC dan Dimensional, tercatat telah mengakumulasi saham DEWA dalam periode terakhir. Gerakan akumulasi tersebut menambah momentum positif bagi saham kontraktor pertambangan ini yang telah mencatatkan kinerja spektakuler dengan apresiasi mencapai 264,10 persen year-to-date (YtD).
Kehadiran investor asing kelas dunia seperti OCBC dan Dimensional di antrian pembeli saham DEWA menunjukkan sinyal kepercayaan terhadap prospek fundamental perusahaan ke depan. OCBC, sebagai salah satu raksasa perbankan di Asia Tenggara, serta Dimensional, sebagai manager aset global yang mengelola portofolio investasi senilai miliaran dolar, memberi legitimasi terhadap valuation dan growth story DEWA yang sedang berlangsung.
Performa Saham Cemerlang Menarik Appetit Global
Performa spektakuler DEWA sepanjang tahun ini bukan tanpa alasan fundamental. Transformasi bisnis yang agresif, yang ditandai dengan penuh operasionalisasi armada pertambangan milik sendiri, telah membawa efisiensi operasional dan margin yang meningkat signifikan. Hasil evaluasi kuartal kedua 2025 menunjukkan laba bersih meledak menjadi Rp99 miliar, jauh melampaui realisasi periode sama tahun lalu yang hanya Rp6 miliar.
Secara trailing twelve months (TTM), laba bersih perusahaan telah menembus level Rp170 miliar, sebuah pencapaian yang merepresentasikan pertumbuhan lebih dari sepuluh kali lipat dibandingkan tahun 2024 lalu. Net profit margin yang mencapai 6,5 persen menunjukkan bahwa kenaikan laba tidak sekadar hasil dari aktivitas dengan margin tipis, melainkan peningkatan kualitas earnings yang sesungguhnya.
Proyeksi Terus Menggelora, Target Harga Melambung Tinggi
Para analis yang mengikuti DEWA secara konsisten memberikan rekomendasi buy dengan target harga rata-rata Rp465 per saham. Beberapa analis bahkan memberikan target harga hingga Rp600 per saham, signaling bahwa masih terdapat ruang kenaikan yang cukup penting dari level harga saat ini. Mandiri Sekuritas merevisi target harga DEWA naik menjadi Rp475, didukung proyeksi produksi yang lebih kuat dan cash flow improvement mulai kuartal keempat 2025.
Proyeksi BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan DEWA akan meraih EBITDA sebesar Rp1,7 triliun dengan laba bersih Rp490 miliar di tahun 2025. Proyeksi ini memberikan justifikasi terhadap valuasi forward earnings yang masih menarik meskipun harga sudah melakukan rally yang kuat.
Struktur Kepemilikan Berkembang, Investor Lokal Tetap Dominan
Meski investor asing seperti OCBC dan Dimensional mulai mengambil posisi, struktur kepemilikan DEWA masih didominasi oleh pemain lokal. Madhani Talatah yang menjadi investor mayoritas sebelumnya, kini memiliki porsi 5,81 persen setelah melakukan divestasi bertahap. PT Andhesti Tungkas Pratama mempertahankan kepemilikan 11,76 persen, sementara PT Antareja Mahada Makmur menguasai 9,72 persen saham.
Goldwave Capital Limited sebagai investor asing sebelumnya tetap menggenggam 9,38 persen dari total saham DEWA. Dengan masuknya OCBC dan Dimensional, diversifikasi basis investor DEWA semakin meningkat, menciptakan likuiditas yang lebih baik dan stabilitas harga dalam jangka panjang.
Momentum Akumulasi Broker Global Terus Berlanjut
Data Stockbit menunjukkan akumulasi berkelanjutan dari berbagai broker lokal seperti SQ dan PD serta broker asing YP dengan nilai pembelian mencapai Rp52,8 miliar. Pola akumulasi yang konsisten ini mengindikasikan bahwa kepercayaan terhadap DEWA bukan semata-mata spekulasi jangka pendek, melainkan positioning jangka menengah hingga panjang dari investor institusional.
Orderbook yang menunjukkan antrean beli kuat di kisaran Rp410–Rp428 dengan volume besar menjadi indikasi bahwa support level sudah terbentuk dengan baik. Sementara itu, resistance terdapat di area Rp440–Rp450 yang terus diuji oleh momentum pembeli.
Expansion Plan Membuka Peluang Pertumbuhan Berkelanjutan
Roadmap bisnis DEWA untuk periode mendatang mencakup ekspansi kapasitas armada, elektrifikasi operasional untuk menurunkan carbon footprint, serta diversifikasi melalui penetrasi ke bisnis tambang tembaga via GMR Metals Limited. Strategi multi-pronged ini tidak hanya membuka peluang pertumbuhan revenue, tetapi juga meningkatkan sustainability profile perusahaan di mata investor global yang semakin peduli dengan environmental, social, and governance (ESG).
Kedatangan investor institusional global seperti OCBC dan Dimensional menambah keyakinan bahwa DEWA telah menemukan momentum transformasi yang sesungguhnya. Dengan fundamental yang membaik, proyeksi earnings yang progresif, serta supportive dari struktur demand dari investor kelas dunia, momentum kenaikan saham DEWA masih memiliki runway yang signifikan ke depannya, asalkan manajemen tetap konsisten dalam eksekusi strategi transformasinya.

