BEL Grup

Bel S.A Tender Offer Saham KEJU: Strategi Penguasa Baru Perkuat Ekspansi Pabrik Raksasa di Sumedang

Jakarta, INVESTOR IDN – Perusahaan raksasa asal Prancis di bidang produk keju, Bel S.A., resmi melakukan penawaran tender wajib (mandatory tender offer) atas saham PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) dengan nilai total mencapai Rp 141,13 miliar. Penawaran ini mencakup sebanyak-banyaknya 229,85 juta saham KEJU atau setara dengan 4,09% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan, dengan harga penawaran Rp 614 per saham.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari akuisisi saham Bel yang sebelumnya telah membeli 1,26 miliar saham KEJU senilai Rp 708,75 miliar pada Agustus 2025, menguasai 22,5% saham perusahaan secara bersama dengan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GPPJ). Penawaran tender wajib ini bertujuan untuk mengambil alih saham minoritas yang tersisa di pasar dan memperkuat kendali Bel atas perusahaan.

Periode tender wajib dibuka mulai 14 November hingga 13 Desember 2025, dengan penyelesaian pada 23 Desember mendatang. Manajemen Bel menyatakan bahwa mereka memiliki dana yang cukup untuk menuntaskan pembayaran penawaran ini.

Harga penawaran Rp 614 per saham tersebut lebih rendah sekitar 14,7% dibanding harga pasar sekunder KEJU pada 13 November 2025 yang berada di level Rp 720 per saham. Namun, Bel tetap optimis bahwa langkah ini akan memperkuat kolaborasi dengan GPPJ dalam mengembangkan bisnis keju di Indonesia, menyiapkan produk inovatif sesuai kebutuhan pasar Indonesia, serta meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.

Strategi penguasaan saham Bel semakin menguat ketika Mulia Boga sedang dalam fase eksekusi proyek besar berupa pembangunan pabrik keju baru di Sumedang, Jawa Barat, dengan total investasi Rp 691,55 miliar yang ditargetkan selesai pada tahun 2028. Dalam pelaksanaan proyek strategis ini, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton) terlibat sebagai salah satu suplier yang bertanggung jawab atas struktur fondasi dan pengerjaan elemen beton pracetak pabrik.

Dengan kapasitas produksi yang dirancang mencapai 45.249 ton per tahun, pabrik baru di Sumedang akan menjadi tulang punggung ekspansi Mulia Boga mengingat pabrik existing di Cikarang telah mengalami utilisasi kapasitas 85% pada 2024. Sinergi antara Bel dan GPPJ melalui penguasaan saham KEJU diharapkan akan mendorong skalabilitas produksi, inovasi produk, serta ekspansi pasar yang lebih agresif di masa depan.

Kesepakatan perubahan pengendalian ini didasarkan pada framework agreement yang telah disepakati Bel dan GPPJ sejak Agustus 2025. Sinergi ini diharapkan mendorong ekspansi dan inovasi produk keju di Indonesia serta mempertahankan posisi Mulia Boga sebagai pemain utama industri keju lokal.

Dengan langkah ini, Bel S.A mempertegas komitmennya dalam menopang pertumbuhan Mulia Boga Raya sekaligus memperkuat jejaring bisnis di Asia Tenggara, khususnya di pasar keju yang memiliki potensi besar untuk berkembang seiring meningkatnya permintaan konsumen lokal.

More From Author

blank

OCBC dan Dimensional Serbu Saham DEWA, Sentimen Positif Investor Asing Terus Menggelora

blank

Cahayasakti Investindo Sukses: Dari Furnitur hingga Menjadi Kekuatan Utama Real Estate di 2025

blank
ASA Media
ASA Media

Video Pilihan