Model ini terdiri dari 5 lapisan deteksi yang saling melengkapi:
- Deteksi Harga
- Deteksi Volume & Order Book
- Deteksi Perilaku Broker
- Deteksi Narasi & Rumor
- Deteksi Aksi Korporasi Palsu (Gimmick)
Jika 3 dari 5 lapisan menunjukkan anomali, maka saham tersebut berisiko tinggi sedang digoreng.
1. DETEKSI HARGA: Pola Pergerakan Tidak Wajar
Indikator Saham Sedang Digoreng
- Harga naik cepat tanpa berita resmi
- Kenaikan terjadi dalam pola “loncat-loncat” (gap up)
- Candle panjang tanpa volume besar
- Harga naik saat IHSG turun
- Harga naik hanya di menit pembukaan/penutupan
Red Flag
- Kenaikan >20% dalam 3 hari tanpa keterbukaan informasi
- Harga naik setelah rumor “investor asing masuk” tanpa bukti
2. DETEKSI VOLUME & ORDER BOOK: Pola Manipulasi
Indikator Manipulasi
- Order book dipenuhi bid besar palsu (spoofing)
- Bid besar hilang dalam hitungan detik
- Volume transaksi kecil tapi harga naik signifikan
- Banyak transaksi kecil-kecil antar broker yang sama (wash trade)
Red Flag
- Volume naik 5–10x lipat hanya dalam 1–2 hari
- Banyak transaksi 1 lot, 5 lot, 10 lot (indikasi marking the close)
đźź© 3. DETEKSI PERILAKU BROKER: Siapa yang Menggerakkan Harga?
Indikator Gorengan
- 1–2 broker mendominasi 60–80% transaksi
- Broker ritel menyerap, broker tertentu melepas
- Broker asing tidak terlibat sama sekali
- Tidak ada broker institusi besar (UBS, CS, JP, MS, DB)
Red Flag
- Broker lokal kecil mendominasi net buy
- Tidak ada broker asing padahal rumor “investor asing masuk”
đźź© 4. DETEKSI NARASI & RUMOR: Pola Komunikasi Manipulatif
Indikator Rumor Palsu
- Rumor akuisisi tanpa bukti
- Rumor investor Jepang/Korea/Timur Tengah masuk
- Rumor backdoor listing
- Rumor “akan ada corporate action besar”
- Rumor “akan ada tender offer”
Red Flag
- Tidak ada keterbukaan informasi BEI
- Tidak ada crossing besar
- Tidak ada perubahan kepemilikan di KSEI
- Media hanya memakai kata: “dikabarkan”, “rumor”, “pasar menilai”
đźź© 5. DETEKSI AKSI KORPORASI PALSU (Gimmick)
Indikator Gimmick
- Emiten tiba-tiba membagikan dividen kecil
- Emiten keluar dari FCA hanya dengan langkah kosmetik
- Free float naik sedikit tanpa investor strategis
- Emiten mengumumkan “kerja sama” yang tidak terkait saham
- Emiten mengumumkan “minat investor asing” tanpa dokumen
Red Flag
- Tidak ada SPA/SSA
- Tidak ada tender offer
- Tidak ada crossing besar
- Tidak ada broker asing menyerap saham
MODEL SKORING (0–10)
Gunakan skor berikut untuk menilai apakah saham sedang digoreng:
| Lapisan Deteksi | Skor 0 | Skor 1 | Skor 2 |
| Harga | Normal | Aneh | Sangat Aneh |
| Volume | Normal | Aneh | Manipulatif |
| Broker | Normal | Didominasi | Dikendalikan |
| Rumor | Tidak ada | Ada rumor | Rumor agresif |
| Gimmick | Tidak ada | Ada | Berulang |
Interpretasi
- 0–3 → Aman
- 4–6 → Waspada
- 7–10 → Sangat berisiko (indikasi gorengan)
APLIKASI KE KASUS NYATA (Contoh: DADA)
Berdasarkan pola yang muncul:
- Harga naik tanpa berita → Skor 2
- Volume tidak konsisten → Skor 1
- Broker tertentu dominan → Skor 2
- Rumor investor Jepang → Skor 2
- Gimmick dividen & free float → Skor 2
Total Skor = 9/10 → Risiko Gorengan Sangat Tinggi
KESIMPULAN MODEL
Model ini membantu investor independen untuk:
- mengenali pola gorengan sejak dini,
- membedakan rumor asli vs rumor palsu,
- menghindari saham yang digerakkan oleh manipulasi,
- dan membuat keputusan investasi yang lebih rasional.
Model ini dapat digunakan oleh:
- investor ritel,
- analis MII,
- regulator,
- media edukasi pasar modal.

