blank

BKSL Serahkan Saffron Apartment di Oktober 2025

Jakarta, INVESTOR IDN– PT Sentul City Tbk (BKSL) mengumumkan penyelesaian proses serah terima Saffron Apartment secara bertahap, di tengah dinamika pasar modal yang menantang. Saham BKSL tercatat mengalami koreksi sebesar 13,61% sepanjang Oktober 2025, ditutup pada level Rp127 per saham pada 24 Oktober, turun dari pembukaan awal bulan di level Rp147.

Pergerakan harga saham BKSL di Oktober menunjukkan volatilitas yang tinggi dengan standar deviasi return harian mencapai 4,61%. Saham sempat menyentuh level tertinggi di Rp152 pada 10 Oktober sebelum terkoreksi ke level terendah Rp123 pada 17 Oktober. Volume perdagangan rata-rata mencapai 448,8 juta saham per hari dengan total volume Oktober mencapai 8,08 miliar saham.

Secara mingguan, pergerakan saham BKSL menunjukkan fluktuasi signifikan. Minggu pertama Oktober ditutup melemah 8,16%, disusul rebound kuat 9,56% di minggu kedua yang membawa harga kembali ke Rp149. Namun tekanan kembali muncul di minggu ketiga dengan penurunan tajam 12,50%, sebelum stabil di minggu keempat di level Rp127.

Koreksi saham BKSL sejalan dengan kondisi sektor properti yang masih menghadapi tantangan meskipun Bank Indonesia telah memangkas suku bunga acuan empat kali sepanjang 2025. Pada keputusan terbarunya 22 Oktober 2025, BI memutuskan menahan suku bunga acuan di 4,75%, memberikan sinyal kehati-hatian terhadap stabilitas makro.

Namun demikian, sektor properti secara umum menunjukkan sinyal positif di akhir Oktober. Indeks sektor properti dan real estate mencatatkan lonjakan 3,33% pada perdagangan 24 Oktober, menjadi penggerak utama penguatan IHSG yang menembus level 8.300. Kinerja ini didorong oleh masuknya asing dengan net buy lebih dari Rp1 triliun serta optimisme pasar terhadap fundamental ekonomi domestik.

Tjetje Muljanto, Direktur PT Sentul City Tbk, menyampaikan bahwa serah terima Saffron Apartment menjadi milestone penting bagi perseroan. “Pencapaian ini mencerminkan komitmen kami dalam memenuhi kewajiban kepada konsumen dan menghadirkan hunian premium yang bernilai investasi jangka panjang,” ujarnya.

Hingga kini, dari total 670 unit Saffron Apartment, sebanyak 503 unit telah melalui proses Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), atau setara 75% dari total unit. Pendapatan dari serah terima unit ini akan tercermin dalam laporan keuangan kuartal III 2025 yang akan dirilis dalam waktu dekat.

Dengan harga mulai Rp800 juta hingga Rp1,3 miliar, Saffron Apartment menawarkan konsep “Balanced Living” yang memadukan ketenangan alam Sentul dengan akses langsung ke AEON Mall serta konektivitas ke jaringan transportasi publik. Studi IPB University pertengahan 2025 membuktikan bahwa ruang terbuka hijau privat di Sentul mampu menyerap polutan dan menghasilkan oksigen, memperkuat proposisi nilai ekologis kawasan.

Setelah menuntaskan Saffron Apartment, manajemen kini memfokuskan pengembangan ke hunian tapak (landed house). Perusahaan menggandeng konsultan geoteknik independen untuk mengoptimalkan desain pondasi menghadapi kontur berbukit dan curah hujan tinggi khas Bogor. Tahap evaluasi teknis telah rampung dan proyek memasuki fase pelaksanaan.

Prospek jangka panjang properti residensial dinilai masih positif didorong oleh perpanjangan insentif PPN DTP 100% hingga 2027 dan injeksi likuiditas Rp200 triliun ke bank BUMN. Analis properti memperkirakan momentum pemulihan sektor akan lebih kuat di 2026 seiring perbaikan daya beli dan stabilisasi kondisi makroekonomi.

Di tengah volatilitas pasar, BKSL juga mengumumkan transaksi strategis berupa penjualan lahan seluas 152 hektar senilai Rp2,05 triliun melalui entitas anak yang ditargetkan rampung akhir 2025. Manajemen menegaskan hasil penjualan akan digunakan untuk memperbaiki kinerja keuangan perseroan.

Dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp21,3 triliun dan valuasi PBV 0,83 kali yang dinilai undervalued, BKSL terus berupaya mengoptimalkan portofolio aset dan strategi pemasaran untuk mempercepat penyerapan unit tersisa serta mempertahankan kepercayaan investor di tengah dinamika pasar modal.

More From Author

blank

Incar Modal Rp 158,4 Miliar, PT Pelayaran Jaya Hidup Baru IPO

blank

Investor Relations di Tengah Gempuran AI, Masih Relevan?

blank
ASA Media
ASA Media

Video Pilihan