INVESTOR IDN adalah Situs berita saham dan bursa yang terpercaya untuk Investor Independen Indonesia. Yang merupakan bagian dari MII. Dewan Pakar Masyarakat Investor Independen terdiri :








Visi Misi Masyarakat Investor Independen Indonesia
Peran Pasar Modal
Pasar modal memiliki peran strategis dalam perkembangan ekonomi suatu negara. Pasar modal merupakan sarana untuk mengalokasikan sumber daya ekonomi. Perusahaan yang membutuhkan dana dapat memanfaatkan pasar modal sebagai media memperoleh pembiayaan dengan cara yang lebih menguntungkan dibandingkan pinjaman melalui perbankan.
Pasar modal berfungsi sebagai sarana pendanaan usaha guna meningkatkan pengembangan bisnis, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pendapatan negara. Selain itu, pasar modal juga menjadi wadah investasi bagi masyarakat investor.
Pendalaman Ekonomi dan Stabilitas Keuangan
Agar pasar modal dapat menjadi salah satu sumber pembiayaan dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional, pasar modal harus memiliki integritas yang kuat untuk menopang stabilitas keuangan. Hal ini dapat dicapai melalui arsitektur sektor keuangan yang kondusif, penguatan ketahanan sistem keuangan dalam menghadapi guncangan finansial maupun nonfinansial, serta percepatan pendalaman ekonomi dan keuangan (financial deepening).
Sistem keuangan yang mendalam mampu menyalurkan lebih banyak sumber daya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, inklusif, dan berkualitas. Dana yang terhimpun dapat dialokasikan untuk investasi produktif dengan prinsip cepat, aman, dan transparan sebagai prasyarat pertumbuhan ekonomi suatu negara.
Siapa Kami
Masyarakat Investor Independen Indonesia (MII Indonesia) adalah organisasi perkumpulan terbuka bagi seluruh masyarakat pemodal independen, baik investor institusional maupun investor ritel, termasuk investor minoritas (sering disebut investor kecil) yang menanamkan modal melalui instrumen pasar modal. Produk yang diinvestasikan meliputi saham, obligasi, reksa dana, Exchange Traded Fund (ETF), maupun produk-produk derivatif lainnya yang diperdagangkan di bursa.
Dengan berkembangnya Pasar Modal Indonesia—ditandai dengan bertambahnya jumlah emiten dan meningkatnya kapitalisasi pasar—pilihan investasi semakin beragam. Namun, keterbatasan literasi investor, praktik insider trading, kesenjangan informasi, aktivitas manipulasi pasar, serta meningkatnya pelanggaran pasar modal menimbulkan risiko yang lebih besar bagi investor.
Bahkan, akhir-akhir ini jumlah perusahaan publik dalam pengawasan khusus terus bertambah, yang mencerminkan menurunnya kualitas sebagian emiten di pasar modal.
Tujuan
Atas dasar keprihatinan tersebut, Masyarakat Investor Independen Indonesia dibentuk dengan tujuan:
- Memajukan pasar modal yang sehat, likuid, dan berbiaya transaksi rendah.
- Menjadikan pasar modal sebagai tempat investasi yang menarik, khususnya bagi investor kecil dan pemula.
- Meningkatkan efisiensi pasar dengan memperjuangkan penyebaran informasi terkait faktor-faktor makro dan mikroekonomi yang memengaruhi harga saham.
- Meningkatkan literasi keuangan masyarakat untuk mengurangi risiko penipuan investasi.
- Mempersempit kesenjangan informasi antara pemegang saham mayoritas dan minoritas.
- Mengurangi kerugian investor akibat praktik manipulasi pasar yang mendistorsi harga saham secara tidak wajar dan tidak sesuai fundamental bisnis emiten.
Visi
Terciptanya pasar modal yang berintegritas, efisien, stabil, dan terpercaya dengan menjunjung keandalan, kejujuran, dan transparansi dalam setiap aktivitasnya. Visi ini ditujukan untuk meningkatkan kepercayaan investor, melindungi pemegang saham independen, minoritas, serta pemodal kecil, sekaligus mendorong partisipasi mereka sesuai prinsip equal protection.
Misi
- Menjadi perkumpulan investor independen terpercaya yang memperjuangkan kepentingan serta memberikan edukasi kepada anggota dan masyarakat investor agar terlindungi dari praktik yang merugikan.
- Mendukung terselenggaranya pasar modal yang teratur, adil, transparan, akuntabel, berkelanjutan, dan stabil.
- Menjadi mitra pemerintah dalam penyusunan regulasi yang mendukung transparansi, inklusivitas, serta peningkatan literasi keuangan investor.
Kegiatan
I. Edukasi dan Pelatihan bagi Investor
- Peningkatan literasi pasar keuangan dan instrumen investasi bagi investor pemula maupun institusi.
- Pemahaman hak-hak pemegang saham (hak suara, hak inspeksi, dividen).
- Perencanaan keuangan sesuai tujuan investasi dan toleransi risiko.
- Strategi diversifikasi portofolio.
- Analisis laporan keuangan, evaluasi risiko, dan dampak ekonomi terhadap nilai investasi.
- Pemahaman profil risiko industri dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
- Pemahaman regulasi pasar modal dan perlindungan hukum bagi pemegang saham minoritas.
- Strategi investasi dan manajemen risiko.
II. Edukasi dan Pelatihan bagi Emiten
- Peningkatan keterbukaan informasi terkait profil risiko, prospek bisnis, keberlanjutan usaha, serta pelaporan standar internasional (GRI, ESG, Sustainability Report).
- Peningkatan tata kelola korporasi, manajemen risiko, serta penerapan GRC dan CSR berbasis ISO 26000.
- Mendorong komunikasi emiten yang lebih baik kepada investor.
III. Advokasi
- Peningkatan kualitas emiten dan kewajaran valuasi sejak proses penawaran emisi.
- Mendorong emiten lebih transparan, akuntabel, dan fokus pada keberlanjutan.
- Memperjuangkan keterwakilan pemegang saham minoritas dalam manajemen perusahaan.
- Peningkatan peran direktur dan komisaris independen.
- Peningkatan kompetensi fungsi Investor Relations.
- Edukasi hukum pasar modal kepada masyarakat investor.
- Mendorong penegakan regulasi, keterbukaan laporan keuangan, dan perlindungan hukum investor.
- Pencegahan praktik merugikan, seperti manipulasi harga saham dan insider trading.
IV. Apresiasi
- Penghargaan bagi Investor Relations yang berhasil meningkatkan transparansi informasi.
- Penghargaan bagi manajer investasi berprestasi.
- Penghargaan bagi emiten dengan komitmen tinggi pada keterbukaan informasi dan likuiditas saham.
- Apresiasi lain yang mendorong peningkatan kualitas pasar modal.
Keanggotaan
Keanggotaan Masyarakat Investor Independen Indonesia bersifat terbuka dan independen, beranggotakan pihak-pihak yang tidak terlibat dalam manajemen perusahaan terbuka, serta memiliki keterbatasan dalam mengakses informasi. Anggota terdiri dari:
- Investor institusional
- Manajer investasi
- Analis independen pasar modal
- Investor ritel/minoritas
Dewan Pakar Masyarakat Investor Independen Indonesia
1. Ir. Thendri Supriatno, MBA
Founder Masyarakat Investor Indonesia (MII Indonesia)
Thendri Supriatno adalah tokoh kunci dalam pendirian dan pengembangan Masyarakat Investor Independen Indonesia. Dengan latar belakang pendidikan Master of Business Administration (M.B.A.) dari International Business (1983-1985) dan Bachelor’s Degree in Agricultural Engineering dari Institut Pertanian Bogor (IPB) (1978-1983), beliau memiliki kombinasi keahlian teknis dan manajerial yang kuat.
Pengalaman profesional beliau mencakup berbagai posisi strategis di sektor keuangan, perbankan, dan korporasi. Beliau pernah menjabat sebagai Chairman & Director Indonesian Shareholder Value Association (ISVA), Corporate Social Responsibility (CSR) Consultant (2011-2016), sekaligus menjadi pemangku jabatan penting di berbagai institusi seperti PT CSI Development (CTCD), Commissioner PT Indonesian Environment (INVE), serta Chief Financial Officer di Blade Energy Partners Group (2005-2011), dan Meranti di PT Merapi Energi Nasional. Kepakaran beliau di bidang pasar modal, tata kelola korporasi, dan tanggung jawab sosial perusahaan menjadikannya figur sentral dalam mendorong transparansi dan perlindungan investor di Indonesia.
2. Dr. Mas Achmad Daniri MEc
Leadership in Corporate Governance & ESG
Dr. Mas Achmad Daniri MEc adalah pakar terkemuka di bidang pasar modal, corporate governance, dan praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) di Bursa Efek Jakarta, Komisaris dan Komisaris Independen PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Tbk, Anggota Komite National Committee on Governance (KNKG), sektor manufaktur, serta industri finansial.
Dengan gelar Doktor Ekonomi dari Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Diponegoro, Master of Economics dari North Carolina State University NC2500 Raleigh, USA dan Bachelor of Economics dari Universitas Diponegoro, beliau telah mengabdikan kariernya untuk meningkatkan standar tata kelola perusahaan di Indonesia.
Beliau pernah menjabat sebagai Direktur Utama Bursa Efek Jakarta (1999-2002), Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), Governance Advisor (2002-2018), Komisaris PT PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Tbk, Commissioner PT Indonesian Environment (INVE), serta Anggota Komite di berbagai institusi penting seperti PT Telkom Tbk, PT BRI Tbk, Pertamina Energy Trading Limited, PT Pupuk Indonesia, PT Elnusa Tbk, dan PT Jamsostek. Kontribusinya dalam membangun ekosistem pasar modal yang lebih transparan dan akuntabel sangat signifikan.
3. Eri Sumiarso, S.E., M.M.
CGCO, CGOP, QCRO, CARCOP, GRCP, AOC
Good Corporate Governance (GCG) Expert
Eri Sumiarso adalah spesialis Good Corporate Governance (GCG) dengan pengalaman yang relevan di perbankan dan berbagai keuangan serta pengalaman assessment di berbagai perusahaan BUMN. Beliau menempuh pendidikan Master of Business Administration (M.B.A.) dari International Business (1983-1985) di Universitas Indonesia dan Bachelor’s Degree dari Universitas Negeri Sebelas Maret.
Dengan sertifikasi profesional seperti CGCO (Certified Good Corporate Governance Officer), CGOP (Certified Good Corporate Governance Professional), QCRO (Qualified Chief Risk Officer), CARCOP (Certified Anti-Corruption Professional), dan GRCP (Good Risk & Control Professional), beliau memiliki keahlian mendalam dalam audit management dan pengelolaan risiko korporasi.
4. Dodi Syaripudin
Pendidikan
Master of Business Administration The University of Hartford, Connecticut, USA (1988)
Sarjana Keuangan, Akuntansi Institut Ilmu Keuangan, Jakarta (1982)
Dodi Syaripudin memiliki pengalaman luas sebagai profesional di bidang keuangan dan audit. Karir beliau meliputi posisi-posisi strategis seperti:
Anggota Komite Audit pada PT Bukit Makmur Mandiri Utama (2023-2028)
Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi pada PT Indonesia Tbk (2019-2023)
Anggota Komite Audit pada PT Jasa di Dwiwarna (2019-2024)
Anggota Komite Audit pada PT Bumi Citra Permai Tbk (2018-2020)
Anggota Komite Audit pada PT Jasa Sarana, QCRO, 2012)
Anggota Komite Remunerasi pada PT Perusahaan Gas Negara Tbk (2008-2014)
Anggota Komite Audit pada PT Pakuan Tbk (2007-2024)
Ketua Komite PT Vuliaria Steel (2004-2008)
Anggota Komite Audit pada PT Nusa Konstruksi Enjiniring (2003-2020)
Ketua Komite Audit pada PT Bov Petroco (2003-2005)
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Kantor Perwakilan BPKP (1999-1998)
5. Dhani Gunawan Idat
Manajerial Strategis, Universitas Padjadjaran, Bandung (2012)
Master of Business Administration, University of Leeds, England (1994)
Sarjana Pertanian, Universitas Padjadjaran, Bandung (1987)
Dhani Gunawan Idat adalah pakar dalam manajemen strategis dan audit. Karir profesionalnya mencakup berbagai posisi penting:
Pendiri PT Idat nakal Peranan dan Dhani Bandung, Komisaris Pengemb Bellum, Luas Audit (2024)
Anggota Specialist Perbankan OJK (2020)
Kepala Divisi PT Gajah Tunggal OJK (2017-2020)
Direktur Bisnis PT Bank DKI (2008)
Direktur EksadistrickET Perlambangan Perusahaan dan Manajemen Kreas OLK (2008)
Peneliti dan penelitian dan Divisi Kepolisian Jakarta (1991-1999)
Anggota Sekretaris Gabungan Nasional Kedaulatan Governance Nasional (KNDS)
Komisaris Independen OLK (2017-2018)
Komisaris PT Pertamina, Energi Training Center (2017-2018)
Komisaris PT Pertamina Hulu Energi (2012)
Ketua Tim Independen pada berbagai proyek CSR dan community development
Keenam informasi lengkap terkait profil para Dewan Pakar dapat diakses melalui situs resmi atau dokumen pendukung organisasi. Semua anggota Dewan Pakar memiliki dedikasi tinggi dalam memajukan transparansi, tata kelola perusahaan yang baik, dan perlindungan hak-hak investor di Indonesia.
