Jakarta, Investor IDN– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini, Kamis (5/3/2026), terpantau mulai bangkit dengan penguatan 1,56% ke level 7.695 setelah sempat anjlok parah nyaris 5% pada perdagangan kemarin. Di tengah volatilitas pasar yang cukup tinggi akibat tensi geopolitik global, kinerja pemilihan saham (stock picks) dari lembaga riset internasional SADIF Investment Analytics justru mencatatkan hasil yang sangat mencolok di pasar modal Indonesia.
Berdasarkan laporan terbaru per 27 Februari 2026, portofolio saham pilihan SADIF di tanah air sukses mencetak imbal hasil sebesar 44,60%. Capaian ini tergolong fantastis jika dibandingkan dengan kinerja indeks acuannya, Reksa Dana Premier ETF LQ-45, yang dalam periode sama hanya mampu tumbuh tipis 2,77%. Artinya, strategi pemilihan saham SADIF berhasil mencatatkan selisih keuntungan atau outperformance hingga 41,83% di atas pasar.
Secara global, performa riset SADIF memang sedang berada di atas angin. Dari total 27 negara yang dipantau, rata-rata sederhana imbal hasil portofolio mereka mencapai 32,85%, jauh melampaui rata-rata benchmark ETF dunia yang berada di level 25,97%. Selain Indonesia, pasar Kanada menjadi bintang utama dengan lonjakan portofolio hingga 124,55%, disusul Israel (87,60%) dan China (56,12%).
Keberhasilan di pasar domestik ini sejalan dengan ketajaman riset mereka, di mana sebelumnya SADIF juga sempat mengeluarkan laporan analisis mendalam mengenai saham konstruksi PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON). Hal ini membuktikan bahwa pemilihan saham berbasis fundamental tetap mampu memberikan hasil optimal meski kondisi makro ekonomi sedang penuh ketidakpastian.
Keunggulan portofolio di Indonesia juga terlihat dari angka NAV Multiplier yang mencapai 1,407. Angka ini menunjukkan bahwa Nilai Aktiva Bersih (NAB) dari portofolio pilihan SADIF kini bernilai 1,4 kali lipat lebih tinggi dibandingkan jika investor hanya menempatkan dana pada instrumen ETF yang mengikuti indeks pasar secara pasif.
Dalam menyusun laporannya, SADIF menggunakan satuan mata uang khusus yang disebut SADIF Foreign Exchange Index (FEI) untuk menyeimbangkan fluktuasi nilai tukar antarnegara. Dengan pembobotan berdasarkan kapitalisasi pasar dan syarat minimal 10 saham per portofolio negara, hasil ini menjadi acuan penting bagi para pemodal profesional mengenai efektivitas strategi stock picking di tengah dinamisnya bursa saham dunia.










