Jakarta, INVESTOR IDN – Pasar modal Indonesia kembali membuktikan daya tariknya sebagai destinasi investasi yang menjanjikan di kawasan regional pada awal tahun 2026. Merujuk pada laporan risiko bulanan Pharus Asian Value Niche per 28 Februari 2026, Indonesia mengamankan alokasi yang signifikan sebesar 23 persen dari total ekuitas portofolio. Kepercayaan investor global ini didorong oleh performa impresif subsektor infrastruktur berkapitalisasi kecil di tanah air yang mencatatkan kenaikan sebesar 5,22 persen dalam kurun waktu satu bulan. Di tengah tren positif sektor pembangunan tersebut, emiten Wijaya Karya Beton atau WIKA Beton tetap menjadi bagian dari keranjang aset dengan bobot portofolio sebesar 0,30 persen.
Lonjakan imbal hasil juga dipicu oleh sektor material yang tumbuh 11,03 persen serta sektor teknologi informasi yang melesat hingga 14,13 persen pada periode yang sama. Beberapa saham spesifik di pasar domestik memberikan kontribusi luar biasa, seperti Asuransi Tugu Pratama Indonesia yang membukukan imbal hasil sebesar 26,2 persen serta Bank Danamon Indonesia yang tumbuh 12,4 persen. Pencapaian kolektif dari berbagai instrumen bernilai ini berhasil membawa total dana kelolaan atau asset under management fund tersebut menyentuh angka 36.657 juta euro.
Secara keseluruhan, fund Pharus Asian Value Niche berhasil mencetak imbal hasil bulanan sebesar 3,40 persen yang ditopang oleh fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kokoh. Strategi investasi yang berfokus pada saham-saham berbasis nilai terbukti efektif dalam memitigasi risiko pasar di kawasan Asia Pasifik. Melalui pengawasan ketat terhadap volatilitas, stabilitas sektor riil dan keuangan domestik diharapkan terus menjadi magnet bagi arus modal asing di masa mendatang.

