Jakarta, INVESTOR IDN – Kinerja operasional PT United Tractors Tbk (UNTR) masih menunjukkan tekanan di awal 2026. Selama Januari–Februari 2026 (2M26), volume penjualan alat berat Komatsu tercatat sebanyak 869 unit, turun 11% year-on-year (YoY). Pangsa pasar Komatsu juga terkoreksi menjadi 21%, dari sebelumnya 26% pada 2M25 dan 28% pada Januari 2026.
Dari segmen tambang batu bara, volume overburden removal (pengupasan lapisan penutup tambang) tercatat turun 8% YoY, sementara penjualan batu bara menurun 3% YoY. Sebaliknya, volume penjualan nikel melonjak 30% YoY, menjadi penopang kinerja di sektor pertambangan mineral.
Untuk bisnis emas, volume penjualan hanya mencapai 2 ribu ons pada 2M26, jauh di bawah periode sama tahun lalu (38 ribu ons). Hal ini disebabkan belum beroperasinya PT Agincourt Resources, pengelola tambang emas Martabe. Pemerintah baru memberikan izin operasional kembali pada pertengahan Maret 2026, dan manajemen memperkirakan diperlukan waktu sekitar 1–2 bulan untuk memulai kembali produksi.
Sementara itu, manajemen UNTR juga kembali mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham dengan alokasi dana maksimal Rp2 triliun, berlaku untuk periode 1 April–30 Juni 2026. Program ini tidak memerlukan persetujuan pemegang saham, sejalan dengan kebijakan relaksasi OJK guna menjaga stabilitas pasar modal.
Sebelumnya, perseroan sempat menghentikan pelaksanaan buyback senilai sama per 31 Maret 2026, lebih cepat dari rencana semula yang dijadwalkan berlangsung hingga 15 April 2026.
Investor kini menanti realisasi normalisasi operasi Martabe serta pemulihan permintaan alat berat di semester II/2026 untuk melihat arah kinerja UNTR ke depan.

