WIKA Tower 2026

WIKA Gedung Perkuat Fundamental, Liabilitas Turun 33,6 Persen

Jakarta, INVESTOR IDN — PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) berhasil memperkuat pondasi keuangan sepanjang tahun buku 2025. Melalui strategi pelepasan utang yang terencana, perseroan ini berhasil menurunkan total liabilitas sebesar 33,6 persen secara year-on-year (YoY).

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit, liabilitas WEGE menyusut dari Rp3,12 triliun per akhir 2024 menjadi Rp2,07 triliun pada 31 Desember 2025. Penurunan signifikan ini terutama didorong oleh pelunasan pinjaman bank jangka pendek yang anjlok 79,14 persen YoY, dari Rp350 miliar menjadi Rp73,04 miliar. Langkah tersebut menunjukkan komitmen manajemen dalam merestrukturisasi permodalan guna meningkatkan arus kas ke depan.

Direktur Utama WEGE, Hadian Pramudita, menegaskan bahwa perseroan menerapkan prinsip akuntansi yang konservatif. Pencatatan rugi bersih Rp630,25 miliar pada 2025 disebabkan pengakuan penurunan nilai aset keuangan dan penyisihan pekerjaan dalam proses. “Kami sengaja melakukan pembersihan neraca agar laporan keuangan mencerminkan kondisi yang realistis dan transparan,” ujarnya.

Upaya deleveraging WEGE juga tercermin dari rasio gearing yang turun menjadi 0,07 kali dari sebelumnya 0,18 kali, serta rasio utang terhadap ekuitas (DER) yang terjaga pada 1,05 kali. Posisi kas dan setara kas tetap kuat di Rp391,13 miliar, didukung pendapatan segmen properti sebesar Rp40,11 miliar.

Memasuki 2026, WEGE telah mengantongi kontrak baru senilai Rp464,67 miliar per Maret. Antara lain meliputi proyek Sekolah Rakyat, Halte BRT, RSUD Rupit, serta hunian Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Kementerian Pekerjaan Umum. “Kami memiliki fondasi kuat untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi,” tambah Hadian.

Perbaikan fundamental ini membuka peluang pergerakan positif bagi saham WEGE sepanjang 2026. Dengan neraca yang lebih sehat dan peningkatan backlog proyek, saham emiten berkode WEGE ini berpotensi mengalami penilaian ulang (re-rating) oleh pasar. Apalagi, jika didukung akselerasi program infrastruktur pemerintah dan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia.

Investor disarankan tetap memantau kemampuan WEGE dalam eksekusi proyek dan tren industri konstruksi. Perbaikan fundamental yang konsisten dapat menjadi katalis bagi kenaikan harga saham WEGE di tengah sentimen pasar yang membaik.

More From Author

Saham IFSH 2026

Cari Saham Multibagger 2026? Ini Sektor yang Jadi Magnet Investor

UNTR 2026

Saham UNTR Berpotensi Menguat, Manajemen Umumkan Program Buyback Baru

blank
ASA Media
ASA Media

Video Pilihan