blank

INCO, BREN, NCKL Jadi Top Gainer LQ45 di Awal April 2026, Tema Nikel dan Energi Hijau Menguat

Jakarta, Investor IDN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka awal April 2026 dengan penguatan solid yang dipimpin saham-saham berkapitalisasi besar di indeks LQ45. Pada sesi pagi perdagangan Rabu (1/4/2026), IHSG sempat menguat sekitar 1,41% ke level 7.154,20, sebelum akhirnya ditutup menanjak 1,93% ke 7.184,44 pada akhir sesi.

Kenaikan indeks acuan tersebut disokong penguatan hampir seluruh indeks sektoral, dengan sektor barang baku, infrastruktur, dan transportasi mencatatkan kenaikan tertinggi. Di tengah reli tersebut, tiga saham LQ45 yang bergerak di bisnis nikel dan energi terbarukan tampil sebagai top gainers utama, yakni PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).

Berdasarkan data perdagangan sesi pagi yang dirangkum, INCO memimpin daftar top gainer LQ45 dengan kenaikan sekitar 5,14%. Pergerakan positif saham produsen nikel ini didorong oleh sentimen harga nikel global, prospek hilirisasi, serta ekspektasi kontribusi proyek-proyek smelter yang tengah dikembangkan.

Di posisi kedua, BREN menguat sekitar 4,29% dan kembali menjadi sorotan investor karena statusnya sebagai salah satu emiten energi terbarukan terbesar di BEI. Kenaikan saham BREN mencerminkan optimisme pasar terhadap tema besar transisi energi dan kontribusi pembangkit listrik tenaga baru dan terbarukan dalam bauran energi Indonesia ke depan.

Sementara itu, NCKL menempati posisi ketiga dengan kenaikan sekitar 4,15% pada sesi pagi, dan di sesi berikutnya sempat bergerak lebih tinggi dengan penguatan hingga mendekati 7–8%. Emiten yang fokus pada pengolahan nikel dan kawasan industri terintegrasi ini diuntungkan oleh ekspektasi peningkatan kapasitas produksi, kerja sama hilirisasi, dan permintaan nikel untuk baterai kendaraan listrik.

Data perdagangan menunjukkan, pada sesi pagi 1 April 2026 terdapat ratusan saham yang menguat, sementara saham yang melemah dan stagnan berada jauh di bawah jumlah tersebut. Hampir seluruh indeks sektoral berada di zona hijau, dengan sektor barang baku naik 2,52%, infrastruktur menguat 1,93%, dan transportasi naik 1,77%. Hanya sektor kesehatan yang kembali menjadi pengecualian dengan penurunan tipis sekitar 0,20%.

Kuatnya pergerakan INCO, BREN, dan NCKL mengindikasikan bahwa tema nikel dan energi hijau masih menjadi magnet utama bagi investor institusi maupun ritel. Selain menawarkan prospek pertumbuhan jangka panjang, ketiga saham tersebut memiliki kapitalisasi pasar besar dan likuiditas tinggi, sehingga kerap menjadi pilihan utama bagi manajer investasi dan pelaku pasar yang mencari eksposur di sektor komoditas berorientasi masa depan.

Meski demikian, analis mengingatkan bahwa reli tajam dalam waktu singkat berpotensi memicu aksi ambil untung (profit taking) pada sesi-sesi perdagangan berikutnya. Investor disarankan mencermati perkembangan harga komoditas, kebijakan hilirisasi pemerintah, serta kinerja keuangan terbaru emiten sebelum menambah posisi di saham-saham siklikal berbasis komoditas ini.

Bagi investor jangka panjang, INCO, BREN, dan NCKL tetap dipandang menarik sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio ke tema energi terbarukan dan kendaraan listrik. Namun, disiplin dalam menetapkan horizon investasi, level pembelian yang wajar, dan batas risiko kerugian tetap menjadi kunci untuk mengelola volatilitas yang kerap menyertai saham-saham komoditas.

More From Author

blank

5 Saham Paling Cuan di Awal April 2026, CHEM hingga BULL Naik Puluhan Persen

AKRA

7 Saham Energi & Komoditas yang Layak Dipantau di April 2026

blank
ASA Media
ASA Media

Video Pilihan