Jakarta, Investor IDN – PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL) mengumumkan pembagian dividen tunai Rp200 per lembar saham untuk tahun buku 2025, setara yield 5,1% dari harga Rp3.930. Total dividen mencapai 57,94 juta dolar AS atau sekitar Rp1 triliun, berasal dari laba bersih 66,68 juta dolar AS sepanjang tahun buku 2025.
Rasio pembayaran mencapai 86,9%, menandakan kepercayaan diri emiten terhadap arus kas yang solid. Keputusan ini memberikan imbal hasil langsung yang menarik bagi investor pencari dividen di tengah volatilitas pasar batubara global.
RUPST yang memutuskan dividen digelar pada 11 Mei 2026. Sebelumnya, perseroan sudah membagikan dividen interim 17,02 juta dolar AS pada Desember 2025. Sisa 40,92 juta dolar AS akan dibayarkan sebagai dividen final. Kurs BI yang digunakan Rp17.375 per dolar AS. Direktur Utama Handy Glivirgo memimpin langsung rapat tersebut.
MCOL bergerak di sektor pertambangan batubara dengan operasi terintegrasi di Indonesia. Laba bersih 66,68 juta dolar AS mencatatkan fundamental solid di tengah fluktuasi harga komoditas yang masih tinggi.
Dengan yield dividen di atas 5%, MCOL menjadi pilihan menarik bagi investor pasif. Namun harga saham yang turun 1,75% ke Rp3.930 sehari setelah pengumuman perlu dicermati — peluang akumulasi atau justru sinyal pelemahan lebih lanjut?

