Jakarta, Investor IDN – Direktur PT Argo Pantes (ARGO), Djoenaedy Widjaja, resmi mengajukan pengunduran diri dari jabatannya efektif setelah mendapat persetujuan RUPS pada 10 Juni 2026. Kabar ini diumumkan emiten tekstil anggota Argo Manunggal Group tersebut, Rabu (13/5).
Dalam surat bernomor 019/L-Dir/ARP/CLC/V/2026, Djoenaedy menyampaikan niat mundurnya dari jajaran direksi. Keputusan ini bakal ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan berlangsung bulan depan. Hingga saat ini, ARGO belum mengungkapkan siapa calon penggantinya.
Djoenaedy tercatat sebagai salah satu dari empat direktur ARGO, bersama Thomas Wahyu Kalaij (Presiden Direktur), Widarsono, dan Humprey. Mundurnya dia berarti komposisi direksi akan menyusut, setidaknya sampai RUPS memutuskan pengganti. Di sisi lain, jajaran komisaris masih solid dengan The Nicholas sebagai Presiden Komisaris.
Di tengah tekanan nilai tukar — rupiah tembus Rp17.500 per dolar AS — IHSG terkoreksi 1% hari ini. Makanya, perombakan direksi ARGO patut dicermati. Apalagi, Argo Manunggal Group tengah gencar ekspansi energi terbarukan dengan membangun PLTS atap 4,4 MWp di empat pabrik tekstil, target operasi Agustus 2026. Ini sinyal transformasi yang butuh komando manajemen solid.
Intinya, investor perlu pantau RUPS 10 Juni sebagai momentum klarifikasi arah kepemimpinan baru ARGO. Siapa pengganti Djoenaedy bakal menentukan apakah strategi diversifikasi grup jalan sesuai rencana.

