Jakarta, Investor IDN — MDLA ganti nakhoda di tengah tahun politik korporasi. Juliwaty ditunjuk sebagai Direktur Utama baru, menggusur Krestijanto Pandji yang turun dari posisi tertinggi emiten berkantor pusat di Jakarta Selatan ini.
Tak cuma di kursi Dirut, perubahan juga menjalar ke jajaran pengawas. Stanley Ch. masuk sebagai anggota Dewan Komisaris, memperkuat struktur tata kelola perusahaan. Seluruh keputusan ini sudah kantongi persetujuan pada 2026.
Pergantian direksi biasanya jadi sinyal awal perubahan strategi. Apalagi MDLA sedang menjajaki peluang kemitraan strategis — termasuk dengan raksasa global Merck. Kalau deal ini nyata, bisa jadi lompatan besar buat bisnis mereka.
Dari papan teknikal, analis masih memandang saham MDLA netral. Belum ada momentum cukup kuat buat mendorong harga ke level baru. Tapi pergantian kursi Dirut kerap jadi katalis yang mengubah persepsi pasar dalam sekejap.
Investor perlu pantau langkah nyata MDLA ke depan — realisasi kemitraan, arah bisnis baru, dan eksekusi di bawah komando Juliwaty. Intinya, sekarang saatnya lihat eksekusi di lapangan. Kalau strategi tepat, MDLA punya potensi re-rating.

