Jakarta, INVESTOR IDN– Pada 2 Juli 2025, The La Tofi School of Social Responsibility kembali menyelenggarakan Nusantara CSR Awards di Jakarta, sebuah ajang penghargaan bergengsi yang khusus mengapresiasi praktik corporate social responsibility (CSR) sebagai bagian integral dari transformasi sosial dan lingkungan berkelanjutan. Tahun ini, acara sukses mengakui 70 program CSR unggulan dari 39 perusahaan terpilih yang telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
Nusantara CSR Awards bukan hanya sekadar pemberian penghargaan rutin, melainkan sebuah perwujudan nyata bahwa CSR adalah motor penggerak perubahan. Acara ini menegaskan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan telah melampaui kewajiban biasa dan telah menyatu dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs) yang diadaptasi ke konteks Indonesia.
CSR Lebih dari Sekadar Kewajiban
Dalam sambutannya, Direktur Eksekutif The La Tofi School, Siti Rahma, menegaskan, “CSR bukan lagi pilihan atau kewajiban administratif, melainkan strategi bisnis dan pembangunan yang mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, keadilan sosial, dan pelestarian lingkungan. Perusahaan yang mampu menerapkan prinsip ini secara efektif akan menjadi motor perubahan yang sesungguhnya.”
Pengakuan ini didasarkan pada evaluasi mendalam terhadap program CSR yang tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga memperkuat daya saing dan reputasi perusahaan. Dalam kategori yang beragam, yang mencakup pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan, pengelolaan lingkungan, dan inovasi sosial, sejumlah program terpilih menonjol dengan keunikannya.
Data dan Fakta: Sebuah Representasi Transformasi Bisnis Berkelanjutan
Dari 70 program yang diakui, sektor pertanian dan pemberdayaan UMKM mendominasi dengan persentase 35 persen, diikuti program kesehatan masyarakat sebesar 25 persen, dan pengembangan edukasi 20 persen. Sisanya tersebar di bidang konservasi lingkungan, energi terbarukan, dan peningkatan akses air bersih.
Perusahaan-perusahaan yang meraih penghargaan berasal dari berbagai sektor, mulai dari perbankan, manufaktur, energi, hingga teknologi. Salah satu contohnya adalah PT Mitra Sejahtera, yang berhasil meningkatkan kesejahteraan 1.200 petani kecil melalui pelatihan aplikasi teknik pertanian modern dan pemasaran hasil panen berbasis digital. Program ini tidak hanya meningkatkan pendapatan petani rata-rata 40 persen dalam dua tahun terakhir, tetapi juga menciptakan ekosistem pemasaran berkelanjutan yang memperkuat posisi produk lokal di pasar nasional.
Di bidang kesehatan, PT Sehat Bersama menggelar program klinik keliling yang menjangkau lebih dari 15.000 warga di daerah terpencil, meningkatkan akses layanan kesehatan preventif dan edukasi gizi. Sementara di sektor energi, PT Energi Hijau Indonesia memperoleh penghargaan atas inovasi program energi terbarukan yang berhasil mengurangi emisi karbon sebesar 8.5 persen di wilayah operasi perusahaan pada tahun berjalan.
Sinergi dengan Agenda SDGs
Nusantara CSR Awards 2025 menegaskan pentingnya integrasi program CSR dengan tujuh tujuan SDGs yang menjadi fokus utama Indonesia, antara lain: pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, akses ke layanan kesehatan, penguatan pertumbuhan ekonomi inklusif, dan aksi iklim. Program-program yang mendapatkan penghargaan dipastikan telah menyasar indikator terukur berbasis target SDGs, menjadikan CSR sebagai alat evaluasi dan pencapaian kinerja bisnis sosial yang objektif dan transparan.
Penguatan Ekosistem Bisnis Berkelanjutan
Tahun ini juga ditandai dengan hadirnya workshop dan sesi diskusi antara praktisi CSR, akademisi, dan pembuat kebijakan yang membahas tren keberlanjutan terkini. Workshop ini membahas pendekatan ESG (Environmental, Social, Governance) sebagai pelengkap dan penyempurna CSR tradisional dalam menghadapi tantangan bisnis masa depan yang kompleks dan dinamis.
Dalam sesi panel, Ketua Komisi Pengawasan Perbankan OJK, Rinaldi Prihatna, menyatakan bahwa integrasi CSR ke dalam tata kelola perusahaan semakin penting untuk memenuhi ekspektasi regulator dan investor global. “Sekarang bukan hanya soal memberikan dampak sosial, tapi bagaimana hal itu terukur dan menguntungkan secara bisnis,” ujarnya.
Dampak Jangka Panjang dan Harapan
Acara Nusantara CSR Awards membuka kesempatan bagi perusahaan untuk memperkuat fungsi CSR sebagai pendorong pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Lebih dari itu, penghargaan ini menjadi ajang apresiasi sekaligus motivasi untuk lebih banyak perusahaan menjalankan tanggung jawab sosial yang tidak hanya berbasis filantropi, tetapi juga inovasi strategis.
“Dengan semakin banyak perusahaan yang mengadopsi CSR sebagai bagian dari strategi korporat, kita berharap Indonesia dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berwawasan lingkungan,” kata Siti Rahma menutup acara.
Penutup
Nusantara CSR Awards 2025 bukan hanya momen penghargaan, melainkan sarana konsolidasi komitmen bersama untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera dan berkelanjutan. Dampak sosial nyata dan model inovatif yang dikembangkan perusahaan menjadi harapan baru bahwa CSR adalah kunci membuka pintu masa depan ekonomi yang lebih adil dan ramah lingkungan.

