blank

Terbang Tinggi! DEWA-BUMI Cs Grup Bakrie Meroket di Bursa

Jakarta, INVESTOR IDN– Saham-saham emiten yang berafiliasi dengan Grup Bakrie kembali mencuri perhatian investor pada September 2025, dengan performa yang memukau di tengah dinamika pasar modal Indonesia. Momentum positif ini terutama didorong oleh transformasi fundamental perusahaan dan sentimen pasar yang menguat terhadap sektor pertambangan dan energi.

Lonjakan Spektakuler DEWA
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menjadi bintang utama dalam reli saham Grup Bakrie September ini. Pada perdagangan 25 September 2025, saham DEWA naik 3,79% ke level Rp276 per unit. Pencapaian ini melanjutkan tren penguatan yang mengesankan, dengan saham DEWA melonjak 27,78% dalam sepekan dan melambung 25,45% dalam sebulan.

Bahkan lebih mengesankan lagi, saham DEWA telah naik lebih dari 100% sejak awal 2025. Pada perdagangan sebelumnya di 22 September 2025, DEWA sempat melejit 13,08% ke level Rp242 per unit, menunjukkan momentum yang sangat kuat.

Transformasi bisnis DEWA menjadi kunci utama kenaikan ini. Stockbit Sekuritas memperkirakan laba bersih DEWA dapat tumbuh rata-rata 216% per tahun (CAGR) pada periode 2024-2028. Perubahan model bisnis ke eksekusi in-house dinilai menjadi pendorong utama lonjakan kinerja tersebut.

BUMI Resources Terbang Tinggi
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga tidak ketinggalan dalam euforia ini. Pada perdagangan 23 September 2025, saham BUMI mencatat lonjakan spektakuler sebesar 13,22% ke level Rp137 per saham. Kapitalisasi pasar menembus Rp50,50 triliun, menegaskan dominasi BUMI sebagai salah satu saham komoditas paling aktif di bursa.

Menariknya, BUMI juga meluncurkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 senilai Rp721,61 miliar yang resmi tercatat di BEI. Obligasi ini menawarkan kupon menarik dengan Seri A tenor 3 tahun kupon 8,00% per tahun, dan Seri B tenor 5 tahun kupon 9,25% per tahun.

Kinerja Fundamental yang Solid
Kinerja operasional emiten Grup Bakrie menunjukkan tren positif di semester I-2025. DEWA membukukan kenaikan pendapatan 6,51% year on year (yoy) menjadi Rp3,11 triliun dan laba bersih meroket 1.079,78% yoy menjadi Rp168 miliar.

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), emiten migas Grup Bakrie, mencatatkan penjualan bersih naik 18% yoy menjadi US$239 juta dan laba bersih tumbuh 7% yoy menjadi US$35 juta pada semester I-2025. Produksi minyak harian ENRG meningkat 9% menjadi 8.380 barel per hari.

Sementara itu, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang bergerak di sektor tambang emas membukukan kenaikan pendapatan 97% yoy menjadi US$120,85 juta dan pertumbuhan laba bersih 136% yoy menjadi US$22,27 juta pada semester I-2025.

Target Harga dan Proyeksi Analis
Mandiri Sekuritas memberikan target harga DEWA sebesar Rp300 per unit berbasis metode discounted cash flow (DCF). Penilaian ini didukung oleh transformasi besar yang sedang dijalani perusahaan, termasuk konversi utang menjadi ekuitas untuk meningkatkan fleksibilitas keuangan.

Stockbit Sekuritas juga optimis dengan prospek DEWA, menilai bahwa meski harga saham telah naik signifikan, potensi kenaikan masih terbuka mengacu pada valuasi premium BRMS sebagai perusahaan afiliasi.

Faktor Pendorong dan Risiko
Beberapa faktor mendorong penguatan saham Grup Bakrie antara lain:

Faktor Positif:

Transformasi model bisnis DEWA ke eksekusi in-house

Peningkatan produksi dan efisiensi operasional

Restrukturisasi utang dan perbaikan struktur keuangan

Sentimen positif terhadap harga komoditas emas dan migas

Masuknya BRMS ke dalam konstituen indeks internasional Market Vector Global Gold Miners Index

Perhatian Investor:
Meski momentum positif, investor perlu memperhatikan volatilitas tinggi dan risiko koreksi sehat mengingat beberapa indikator teknikal sudah menunjukkan kondisi overbought.

Aksi Korporasi Terbaru
Sepanjang September 2025, terdapat beberapa aksi korporasi menarik. UBS Group melakukan transaksi jual-beli saham BUMI senilai Rp46,1 miliar dalam dua hari berturut-turut pada 16-17 September 2025. ENRG juga melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMHETD) senilai 1,17 miliar saham baru.

Momentum positif saham Grup Bakrie di September 2025 mencerminkan kepercayaan investor terhadap transformasi fundamental dan prospek jangka panjang perusahaan-perusahaan dalam grup ini. Dengan dukungan kinerja operasional yang membaik dan strategi bisnis yang lebih efisien, saham-saham Grup Bakrie diperkirakan masih memiliki ruang pertumbuhan, meski investor tetap perlu waspada terhadap volatilitas pasar.

More From Author

blank

Goda Investor, Bank Himbara Guncang Pasar dengan Bunga Deposito Dolar AS 4 Persen

blank

Kucuran Investasi : INA Kantongi 9 Triliun dari Kanada, Infrastruktur dan Energi Terbarukan

blank
ASA Media
ASA Media

Video Pilihan