Jakarta – PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) mengumumkan rencana pembangunan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 130 megawatt (MW) di Provinsi Bali. Proyek ini akan digarap bersama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Bali serta mitra strategis asal Tiongkok yang merupakan perusahaan global di bidang teknologi energi surya dan sistem penyimpanan energi.
Menyusul kabar tersebut, saham FUTR naik 22,88 persen ke posisi 725 pada perdagangan hari ini, Selasa 21 Oktober 2025. Dalam sepekan, saham FUTR naik 11,54 persen dan telah naik signifikan 386,58 persen sejak awal tahun atau secara year to date (YTD).
“Saat ini Perseroan melalui perusahaan anak sedang menyiapkan penandatanganan MoU dengan mitra strategis asal China, yang merupakan perusahaan global di bidang teknologi energi surya dan sistem penyimpanan energi,” ujar Direktur Utama PT Futura Energi Global Tbk, Ir. Tonny Agus Mulyantono dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (21/10/2025).
Rencana ini menandai langkah konkret Futura Energi Global dalam memperkuat posisinya sebagai pemain energi hijau di Tanah Air. Setelah MoU resmi ditandatangani, Perseroan berencana menyampaikan keterbukaan informasi lanjutan kepada publik. Manajemen juga menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan visi perusahaan menjadi holding companydi sektor energi terbarukan yang menaungi berbagai proyek energi hijau di masa depan.
Menuju Holding Energi Hijau dan Pilot Project Smart Grid
Futura Energi Global menegaskan bahwa transformasi bisnisnya diarahkan menuju pembentukan holding energi hijau yang akan memayungi proyek-proyek energi bersih, mulai dari PLTS, panas bumi (geothermal), hingga hidrogen hijau. Menurut Tonny Agus Mulyantono, proyek PLTS 130 MW di Bali akan menjadi pilot project integrasi pembangkit listrik tenaga surya dengan jaringan listrik pintar (smart grid) milik PLN. Inisiatif ini sekaligus mendukung target pemerintah dalam mencapai net zero emission pada tahun 2060.
“Perseroan akan diarahkan sebagai holding energi hijau yang akan memayungi proyek-proyek energi hijau,” ungkap Tonny.
Ia menambahkan, kerja sama dengan mitra asal Tiongkok ini diharapkan dapat membawa transfer teknologi dan efisiensi dalam pengelolaan energi bersih di Indonesia. Kolaborasi tersebut juga mencerminkan langkah nyata Futura Energi Global dalam memperluas portofolio bisnis di sektor energi baru terbarukan.
Manajemen FUTR juga menegaskan komitmen kepatuhan terhadap regulasi pasar modal. Dalam surat resmi bernomor 102/CORSEC/FUTR/SRT-01/X/2025, Perseroan menyatakan akan memperhatikan ketentuan III.2.2 dan IV.2.2 Peraturan No. IE tentang Kewajiban Penyampaian Informasi. Hal ini dilakukan agar setiap perkembangan penting terkait proyek energi terbarukan dapat tersampaikan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan BEI.
Dukungan terhadap Transisi Energi dan Dampak bagi Bali
Pembangunan PLTS berkapasitas 130 MW di Bali diharapkan memberi dampak strategis bagi percepatan transisi energi di Indonesia. Bagi Bali sendiri, proyek ini berpotensi mempercepat target provinsi untuk meningkatkan kapasitas energi bersih hingga 100 MW per tahun.
Selain itu, proyek ini akan mendukung kemandirian energi daerah serta mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbahan bakar fosil. Futura Energi Global menilai proyek ini tidak hanya membawa nilai ekonomi, tetapi juga sosial dan lingkungan.
“Ke depannya, Perseroan akan lebih memperhatikan kembali ketentuan penyampaian informasi agar publik dapat memantau perkembangan setiap langkah yang dilakukan,” jelas Tonny.
Perseroan juga menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat informasi atau kejadian material lain yang dapat mempengaruhi kelangsungan usaha maupun pergerakan harga saham FUTR. Namun, manajemen berkomitmen untuk segera menyampaikan setiap perkembangan penting terkait proyek energi hijau ini kepada publik sesuai dengan peraturan BEI.

