Ir. Thendri Supriatno

Melampaui Batas Kenyamanan: Kisah Inspiratif Ir. Thendri Supriatno, Penggagas CSR dan ESG Indonesia

Jakarta, INVESTOR IDN – Pada satu pagi penuh renungan di awal tahun 2000-an, Ir. Thendri Supriatno—seorang profesional dengan rekam jejak gemilang dari BRI New York, Medco Energi, hingga PTPN X—menatap keluar jendela kantornya di Jakarta. Meski sukses secara karier, ia merasa ada kekosongan batin. Sebuah pertanyaan besar terus berputar dalam benaknya: Sudahkah dunia bisnis memberi manfaat nyata pada masyarakat luas?

Titik Balik Seorang Visioner

Keberanian Thendri muncul ketika ia memutuskan untuk meninggalkan zona nyaman karier korporat yang sudah mapan. Ia melangkah ke jalan yang sepi dan tidak mudah, membangun sesuatu yang benar-benar baru: forum lintas perusahaan yang fokus pada berbagi praktik terbaik dalam tanggung jawab sosial. Lahirnya Corporate Forum for Community Development (CFCD) di tahun 2002 menjadi tonggak sejarah, walau pada awalnya banyak pihak meragukan niat besarnya.

“Kolaborasi kunci perubahan,” begitu keyakinannya. Ia pun rajin merangkul pelaku CSR dari berbagai sektor, memupuk jejaring, merobohkan batas sektoral, serta menanamkan paradigma baru: CSR bukan sekadar filantropi, melainkan strategi bisnis yang bermakna.

Aksi Nyata: Data dan Dampak yang Menginspirasi

Kepemimpinan Thendri mendorong CFCD melaju kencang. Ia tak lelah mengadvokasi regulasi yang memperkuat CSR; menantang perusahaan menyalurkan 1–5% profit untuk memberdayakan masyarakat sekitar. Fakta yang ia ungkapkan pada Konfernas III CFCD 2011 mencengangkan: lebih dari 267 perusahaan anggota CFCD sudah menggelontorkan total lima triliun rupiah demi pemberantasan kemiskinan.

Namun bagi Thendri, deretan angka hanyalah permulaan. Ia selalu menegaskan bahwa yang terpenting adalah perubahan riil: meningkatnya taraf pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat. Ia pun tak ragu untuk “mengedukasi dan memprovokasi” para pelaku usaha agar berpikir lebih luas demi dampak sosial.

Mencetak Standar Nasional & Inspirasi Konkret

Tak cukup hanya dengan forum, Thendri melahirkan Indonesian CSR Award (ICA) dan Indonesia Sustainable Development Goals Award (ISDA)—bukan sekadar ajang penghargaan, melainkan arena berbagi dan menanamkan SNI ISO 26000:2013 tentang tanggung jawab sosial.

Visinya semakin terlihat ketika ia melibatkan UMKM melalui Bina Mitra UMKM Award 2024, memberdayakan pelaku usaha kecil agar mandiri, produktif, dan mendapat pengakuan setara.

Integrasi ESG: Masa Depan Bisnis Berkelanjutan

Menghadapi era 2020-an, Thendri menangkap perubahan lanskap global: bisnis tak hanya harus bertanggung jawab secara sosial, tetapi juga secara lingkungan dan tata kelola (ESG). Ia pun mendirikan CFCD Foundation dan Indonesian Shared Value Institute (ISVI), meleburkan prinsip ESG dan Creating Shared Value (CSV) ke dalam strategi bisnis nasional.

Kini, konsep seperti ekonomi sirkular, ketahanan iklim, dan inklusi sosial menjadi arus utama—tercermin dalam kolaborasi lintas sektor, pelatihan kesiapsiagaan bencana, hingga Circular Economy & Sustainability Awards (CESA) 2025 yang dirintisnya. Baginya, keberlanjutan adalah jantung masa depan bisnis.

Jejak Abadi dan Sumber Inspirasi

Lebih dari dua dekade, Thendri Supriatno telah menorehkan transformasi besar dalam dunia CSR dan ESG di Indonesia. Bisa dibilang Thendri merupakan Bapak CSR ESG Indonesia. Ratusan perusahaan terdorong menguatkan program sosial, triliunan rupiah disalurkan untuk masyarakat, dan paradigma bisnis nasional pun berubah: keberlanjutan bukan lagi slogan, tapi menjadi keunggulan sejati perusahaan.

Kisah Thendri Supriatno adalah bukti bahwa keberanian untuk bermimpi dan bertindak di luar arus utama dapat menciptakan perubahan monumental. Ia bukan sekadar pelopor—melainkan arsitek ekosistem CSR dan ESG nasional yang inspirasinya terus menghidupkan program sosial berdampak di seluruh nusantara.

“Ketika satu visi bertemu aksi nyata, maka perubahan besar bukan sekadar mimpi; ia tumbuh menjadi warisan yang menular, menumbuhkan semangat baru bagi generasi mendatang.”

More From Author

blank

Tren Collaborative Economy di Tahun 2025: Era Baru Kolaborasi dan Inovasi

CSR Modern

CSR Modern: Perusahaan Harus Libatkan HAM, Tata Kelola, dan Ketenagakerjaan untuk Bangun Bisnis Berkelanjutan

blank
ASA Media
ASA Media

Video Pilihan