Jakarta, INVESTOR IDN – Di tengah hiruk-pikuk dunia bisnis dan meningkatnya urgensi akan keberlanjutan, satu nama muncul sebagai mercusuar pemikiran dan aksi: Prof. Juniati Gunawan. Bagi sebagian orang, istilah CSR (Corporate Social Responsibility) bisa terdengar seperti jargon korporat belaka. Namun di tangan Prof. Juniati, CSR berubah menjadi jendela bagi masa depan yang lebih adil, inklusif, dan berwawasan lingkungan.
Dari Trisakti Menembus Dunia
Perjalanan intelektualnya dimulai dari kampus Trisakti, lalu membawa dirinya menapaki jenjang akademik di Universitas Indonesia, dan akhirnya mencapai gelar doktor di Edith Cowan University, Australia. Tapi bagi Prof. Juniati, pencapaian akademik bukan garis akhir—melainkan titik awal sebuah misi besar.
Ia terus memperkaya kapabilitasnya lewat deretan sertifikasi bergengsi: mulai dari ahli laporan keberlanjutan, keuangan hijau, hingga green productivity dari Jepang dan Jerman. Saat ini, ia menjabat sebagai Direktur Trisakti Sustainability Centre (TSC) dan mengajar di program doktor akuntansi, sembari menjembatani ide-ide besar di dunia akademik dengan tantangan konkret di dunia industri.
“Ilmu bukan sebatas di ruang kuliah,” katanya. “Ia harus hidup di tiap keputusan bisnis, melayani masa depan.”
Data dan Dampak: Ketika Ilmu Bicara Lewat Angka
Bukan cuma kata-katanya yang berbobot—angka juga berbicara. Lewat Google Scholar, karya-karya akademisnya telah dikutip lebih dari 2.500 kali. Tiga publikasi pentingnya menjadi rujukan dunia:
- “Sustainable Development Goal Disclosures” — menjawab bagaimana korporasi bisa mendorong konsumsi dan produksi berkelanjutan.
- “Comparative Anti-Corruption Practice Disclosure” — mengeksplorasi perbedaan praktik CSR antara Indonesia dan Malaysia.
- “Corporate Social Disclosures in Indonesia” — menguliti siapa yang benar-benar mendorong transparansi perusahaan dalam pengungkapan sosial.
Tulisan-tulisan ini bukan sekadar teori di jurnal, melainkan peta aksi bagi korporasi yang ingin selaras dengan prinsip keberlanjutan.
Dari Panggung Kampus Menuju Dialog Global
Prof. Juniati bukan hanya milik Trisakti—namanya telah bergema di panggung-panggung dunia. Ia pernah berbicara di konferensi kelas dunia, dari Sydney, Singapura, Tokyo, Istanbul, hingga berbagai forum internasional lainnya. Salah satu karyanya yang paling mengesankan adalah presentasi berjudul “The Art of Sustainability”, yang memadukan antara ilmu, seni, dan rasa—membawa isu rumit menjadi lebih mengalir dan menginspirasi.
Tak mengherankan bila ia menerima Australian Award for Transformational Business Leadership dari University of Sydney, hingga penghargaan Best Author dari Emerald Publishing UK.
Membumikan Ilmu, Menghidupkan Teori
Yang membuat Prof. Juniati berbeda bukan hanya keilmuannya, tapi caranya menerjemahkan teori menjadi aksi nyata. Ia mengembangkan metode evaluasi konten laporan keberlanjutan, serta membimbing pelaku UMKM agar bisa menanamkan nilai-nilai keberlanjutan dalam operasional bisnis mereka.
Ia tidak sekadar “mengajarkan teori”, tetapi juga “menghidupkan teori”—mewujudkan impian banyak akademisi yang ingin ilmunya bergema di dunia nyata.
Menuju Indonesia yang Lebih Berkelanjutan
Bersama pakar global Prof. John CG Lee, ia menulis buku “Menuju Indonesia Berkelanjutan”. Buku ini bukan hanya kumpulan teori atau data, tetapi manifesto yang menggugah tentang bagaimana negeri ini dapat menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan keadilan sosial.
Buku ini bukan hanya menjadi referensi, tetapi juga lentera—menerangi jalan ke masa depan yang lebih cerah.
Inspirasi dari Kampus untuk Negeri
Prof. Juniati Gunawan telah membuktikan bahwa keberlanjutan bukan sekadar tren atau strategi bisnis. Ia adalah tanggung jawab moral dan visi jangka panjang. Dalam dunia yang kerap hanya mengejar profit, ia hadir sebagai pengingat bahwa keberlanjutan adalah kunci kelangsungan hidup manusia, bumi, dan ekonomi.
Lewat riset, pengajaran, dan aksi nyata, Prof. Juniati memberi kita pelajaran berharga:
Perubahan besar bisa dimulai dari ruang kuliah, dari tulisan di jurnal, dan dari satu sosok yang memilih untuk peduli.
Prof. Juniati bukan hanya seorang akademisi—ia adalah arsitek masa depan berkelanjutan Indonesia.

