Potensi Sustainable Packaging di Indonesia dalam Konteks Tren dan Data Global

Jakarta, INVESTOR IDN – Kemasan berkelanjutan atau sustainable packaging kini menjadi salah satu isu sentral dalam industri global, termasuk di Indonesia. Dorongan terhadap kemasan ramah lingkungan semakin kuat, didorong oleh kesadaran konsumen, regulasi pemerintah, serta komitmen perusahaan multinasional untuk mengurangi jejak karbon dan limbah plastik. Secara global, nilai pasar sustainable packaging pada tahun 2025 diproyeksikan mencapai sekitar USD 305 miliar, dengan pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR) sekitar 7,7% hingga 2033. Pada tahun 2033, pasar ini diperkirakan akan menembus USD 552 miliar, menunjukkan adopsi yang sangat pesat di berbagai sektor industri, mulai dari makanan dan minuman, personal care, hingga e-commerce.

Asia Pasifik, termasuk Indonesia, menjadi kawasan dengan pertumbuhan tercepat dan pangsa pasar terbesar untuk kemasan berkelanjutan. Pada tahun 2024, nilai pasar sustainable packaging di Asia Pasifik tercatat sekitar USD 44,67 miliar dan diperkirakan hampir dua kali lipat menjadi USD 92,6 miliar pada 2034. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya basis konsumen, kesadaran lingkungan, serta dukungan kebijakan pemerintah di negara-negara seperti Indonesia, Tiongkok, dan India. Di Indonesia sendiri, pasar kemasan ramah lingkungan pada tahun 2024 mencapai USD 3,96 miliar dan diproyeksikan tumbuh menjadi USD 5,29 miliar pada 2032, dengan laju pertumbuhan tahunan sekitar 4,89%. Segmen terbesar di Indonesia adalah reusable packaging dan kemasan berbahan dasar kertas serta serat alami, yang banyak digunakan pada sektor makanan dan minuman.

Tren global menunjukkan bahwa inovasi material menjadi kunci utama dalam pengembangan kemasan berkelanjutan. Bahan berbasis kertas dan board mendominasi pasar dengan pangsa sekitar 40% secara global, karena sifatnya yang dapat diperbarui dan mudah didaur ulang. Sementara itu, bioplastik dan plastik daur ulang menjadi segmen dengan pertumbuhan tercepat, didorong oleh peningkatan infrastruktur daur ulang dan komitmen merek-merek besar untuk menggunakan material post-consumer recycled (PCR). Inovasi lain yang berkembang pesat adalah penggunaan material berbasis tanaman seperti PLA (dari jagung) dan PHA (dari tebu atau alga), serta solusi kemasan dari serat alami seperti rumput laut dan bambu yang mulai diadopsi di Indonesia.

Tekanan regulasi juga menjadi pendorong utama transformasi industri kemasan. Negara-negara maju dan berkembang memberlakukan kebijakan Extended Producer Responsibility (EPR) dan pelarangan plastik sekali pakai, memaksa industri untuk beralih ke solusi yang lebih ramah lingkungan. Di Indonesia, kebijakan pemerintah yang semakin ketat terhadap penggunaan plastik sekali pakai mendorong pelaku usaha, termasuk UMKM, untuk mengadopsi kemasan berkelanjutan agar tetap kompetitif dan mematuhi regulasi.

Selain faktor regulasi, perubahan perilaku konsumen turut mempercepat adopsi kemasan ramah lingkungan. Studi global menunjukkan lebih dari 50% konsumen kini menganggap aspek keberlanjutan sebagai faktor penting dalam memilih produk, bahkan bersedia membayar lebih untuk produk dengan kemasan yang ramah lingkungan. Di Indonesia, tren serupa terlihat terutama di kalangan generasi muda dan konsumen urban yang semakin peduli terhadap isu lingkungan.

Tantangan utama yang dihadapi industri di Indonesia adalah biaya awal yang relatif lebih tinggi dibandingkan kemasan konvensional, serta kompleksitas rantai pasok bahan baku berkelanjutan. Namun, peluang besar terbuka melalui inovasi bahan lokal, kolaborasi lintas sektor, serta edukasi konsumen yang dapat meningkatkan willingness to pay dan mempercepat penerimaan pasar. Dengan strategi yang tepat, Indonesia berpotensi menjadi pelopor kemasan berkelanjutan di Asia Tenggara, mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs), dan menciptakan masa depan industri yang lebih hijau dan bertanggung jawab.

More From Author

Indonesia Incorporated

Konsep Indonesia Incorporated: Menuju Sinergi Korporatif untuk Kemajuan Bangsa

CUAN

Dinamika Corporate Action Emiten BEI – Momentum Maret 2025

ASA Media
ASA Media

Video Pilihan