blank

Diam-diam Menguasai, BlackRock & Vanguard Borong Saham Emiten Raksasa Indonesia

Jakarta, INVESTOR IDN – Sepanjang 2025, BlackRock dan Vanguard menunjukkan manuver besar-besaran di pasar saham Indonesia, menambah dan mempertahankan kepemilikan pada berbagai saham unggulan nasional meski tren asing di Bursa Efek Indonesia sempat menunjukkan arus keluar. Aksi pembelian masif dari kedua raksasa institusi ini berfokus pada saham-saham blue chip lintas sektor seperti perbankan, pertambangan, telekomunikasi, hingga industri energi terbarukan, mencerminkan strategi yang sangat terarah sekaligus menandakan kepercayaan jangka panjang terhadap fundamental emiten Indonesia.

Pada sektor otomotif dan konglomerasi, Astra International (ASII) menjadi salah satu target utama, di mana Vanguard menambah 6,65 juta saham dan BlackRock melakukan aksi akumulasi lebih agresif dengan menambah 30,51 juta lembar di kuartal ketiga 2025. Sementara di sektor telekomunikasi, Telkom Indonesia (TLKM) juga tak luput dari serbuan, dengan penambahan 15,29 juta lembar oleh Vanguard dan 23,49 juta lembar oleh BlackRock sejak Juli 2025. Saham tambang emas dan mineral besar, PT Amman Mineral Internasional (AMMN), mengalami lonjakan minat: Vanguard menambah 4,71 juta lembar, sementara BlackRock mempertebal posisi hampir 217,49 juta lembar sepanjang kuartal ketiga 2025. ANTM sebagai saham mining BUMN juga menjadi incaran, tercatat Vanguard membeli 2,65 juta lembar dan BlackRock sebanyak 10,73 juta lembar pada periode yang sama.

Dominasi mereka juga terlihat di sektor perbankan: pada 2025 kepemilikan Vanguard di PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) bertambah 21,17 juta lembar dan BlackRock sebanyak 86,42 juta lembar saham di kuartal III 2025. Bahkan, Nielsen data dan catatan Bloomberg memastikan Vanguard kini menjadi pemegang saham asing terbesar di BBRI, mencapai total 3,09 miliar lembar, sementara BlackRock telah bertahap meningkatkan kepemilikan dari 2,18 miliar saham di akhir 2024 menjadi 2,36 miliar saham pada Juli 2025. JP Morgan juga ikut terlibat memborong saham BRI bersama BlackRock dan Vanguard sepanjang tahun ini.

Selain perusahaan-perusahaan besar di sektor tradisional, BlackRock dan Vanguard juga mengakumulasi saham sejumlah emiten Grup Barito milik Prajogo Pangestu, seperti Barito Pacific (BRPT) dan Barito Renewables Energy (BREN). BlackRock tercatat memiliki 735 juta saham BRPT dan 90 juta saham BREN pada Juli 2025. Vanguard juga melakukan pembelian signifikan pada emiten yang sama serta pada saham CUAN, anak usaha Barito Grup di sektor energi dan petrokimia—pada kuartal kedua 2025, Vanguard membeli 7,45 juta lembar CUAN.

Aksi kolektif dari kedua institusi AS ini telah mendorong sejumlah saham favorit mereka menguat secara signifikan sepanjang 2025. Harga saham ASII naik 16,84% (year to date) pada September 2025, didorong derasnya minat asing yang tak surut meski volatilitas pasar meningkat. Fenomena akumulasi asing ini membuktikan, di tengah gejolak global dan tekanan pasar, BlackRock dan Vanguard menjadikan saham-saham papan atas Indonesia sebagai basis portofolio jangka panjang, tak hanya untuk profitabilitas, tapi juga untuk pengaruh struktural di pasar Asia Tenggara. Seluruh langkah ini menggambarkan era baru kapitalisme institusional di Indonesia, di mana kekuatan asing membangun pijakan kuat melalui kepemilikan lintas sektor—menggerakkan harga, tindak korporasi, hingga arah tata kelola perusahaan nasional.

More From Author

Logo Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Heboh Dana Investor Rp70 Miliar Raib, Bagaimana Sikap OJK?

blank

IHSG Berpotensi Menguat Menuju Resistance 8.124, Tiga Saham Rekomendasi Beli September 2025

blank
ASA Media
ASA Media

Video Pilihan