Jakarta, INVESTOR IDN – Warren Buffett sering dijuluki Oracle of Omaha. Ia dikenal sebagai investor legendaris yang berhasil membangun Berkshire Hathaway menjadi perusahaan investasi raksasa. Namanya bukan hanya identik dengan kekayaan, tapi juga dengan kebijaksanaan dan konsistensi dalam berinvestasi.
Lahir pada 1930 di Omaha, Nebraska, Buffett sudah tertarik pada dunia bisnis sejak kecil. Ia berjualan koran, permen karet, hingga botol Coca-Cola untuk mendapatkan uang saku. Dari awal ia percaya bahwa keberhasilan tidak datang dari keberuntungan semata, melainkan dari disiplin, kesabaran, dan cara berpikir yang benar.
Salah satu kebiasaan yang paling membentuk dirinya adalah membaca. Buffett pernah mengatakan bahwa sekitar 80 persen waktunya ia habiskan untuk membaca buku, laporan keuangan, dan surat tahunan perusahaan. Baginya, membaca bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga cara melatih logika dan ketajaman berpikir sebelum mengambil keputusan.
Tak heran, daftar buku yang ia baca dan rekomendasikan kini dianggap sebagai rujukan penting, bukan hanya bagi investor tetapi juga bagi siapa saja yang ingin belajar tentang bisnis dan kehidupan. Dari karya klasik Benjamin Graham, kisah bisnis John Brooks, hingga pemikiran sahabatnya Charlie Munger, setiap buku memberi lapisan pemahaman yang berbeda.
The Intelligent Investor – Benjamin Graham
Buku yang pertama kali terbit pada 1949 ini dianggap sebagai kitab suci investasi. Benjamin Graham, yang juga menjadi mentor Buffett di Columbia Business School, memperkenalkan konsep value investing, yaitu membeli saham yang harganya lebih rendah dari nilai intrinsiknya. Graham juga memperkenalkan ide margin of safety, yang menekankan pentingnya memiliki ruang pengaman agar investor terhindar dari risiko besar.
Buffett secara terbuka menyebut The Intelligent Investor sebagai buku terbaik tentang investasi yang pernah ditulis. Menurutnya, hampir semua ide penting dalam investasi ada di dalam buku ini. Ia mengaku buku ini mengubah hidupnya, karena bukan hanya mengajarkan strategi, tetapi juga disiplin berpikir rasional ketika menghadapi naik turunnya pasar.
Security Analysis – Benjamin Graham dan David Dodd
Jika The Intelligent Investor adalah pengantar, maka Security Analysis bisa dianggap sebagai versi lanjutan yang jauh lebih teknis. Buku ini pertama kali terbit pada 1934 dan membahas cara menilai laporan keuangan, menentukan nilai intrinsik perusahaan, hingga mengukur risiko yang tersembunyi.
Buffett menilai Security Analysis sebagai karya yang membentuk kerangka analisisnya sejak awal karier. Meski ditulis hampir seabad lalu, isinya tetap relevan. Bagi investor serius, buku ini menjadi peta jalan untuk memahami bagaimana menghitung nilai bisnis dengan cermat sebelum menanamkan modal.
Common Stocks and Uncommon Profits – Philip Fisher
Philip Fisher menawarkan perspektif berbeda dari Graham. Ia tidak hanya fokus pada angka, tetapi juga pada kualitas manajemen, reputasi, dan visi jangka panjang perusahaan. Dalam Common Stocks and Uncommon Profits, Fisher memperkenalkan metode “scuttlebutt”, yaitu menggali informasi langsung dari pelanggan, pemasok, hingga pesaing untuk memahami prospek perusahaan.
Buffett mengaku banyak belajar dari Fisher, terutama tentang pentingnya menilai siapa yang menjalankan bisnis. Ia kemudian menggabungkan pendekatan Graham yang berbasis angka dengan pendekatan Fisher yang berbasis kualitas. Hasilnya adalah gaya investasi khas Buffett yang terkenal hingga kini.
Business Adventures – John Brooks
Buku karya jurnalis John Brooks ini berisi dua belas kisah nyata tentang dunia bisnis Amerika pada pertengahan abad ke-20. Ceritanya mencakup kegagalan peluncuran mobil Ford Edsel, skandal Texas Gulf Sulphur, hingga dinamika pasar saham.
Buffett sangat menyukai buku ini karena berhasil menyajikan pelajaran bisnis dalam bentuk cerita yang menarik. Ia bahkan menghadiahkan satu eksemplar kepada Bill Gates, yang kemudian menyebutnya sebagai buku bisnis terbaik yang pernah ia baca. Bagi Buffett, kisah-kisah dalam buku ini membuktikan bahwa setiap kegagalan maupun keberhasilan perusahaan selalu menyimpan pelajaran berharga.
The Outsiders – William Thorndike
Dalam buku ini, William Thorndike menyoroti delapan CEO dengan gaya kepemimpinan tidak biasa, namun berhasil menciptakan nilai luar biasa bagi pemegang saham. Salah satunya adalah Thomas Murphy, teman dekat sekaligus mitra Buffett di Berkshire Hathaway.
Buffett mengagumi Murphy dan menyebutnya sebagai manajer bisnis terbaik yang pernah ia temui. Ia menilai The Outsiders sebagai buku yang memperlihatkan bahwa kepemimpinan sederhana, efisiensi, dan pengelolaan modal yang bijak bisa menghasilkan hasil yang jauh lebih besar dibanding strategi penuh sorotan.
Poor Charlie’s Almanack – Peter D. Kaufman
Buku ini adalah kumpulan pidato dan pemikiran Charlie Munger, wakil ketua Berkshire Hathaway sekaligus sahabat dekat Buffett. Isinya mencakup filosofi hidup, psikologi manusia, hingga etika dalam berbisnis, yang menjadikannya berbeda dari buku investasi biasa.
Buffett menilai buku ini penting karena Munger memberikan cara pandang multidisiplin yang melengkapi dirinya. Ia percaya bahwa kebijaksanaan Munger telah banyak membantu Berkshire Hathaway membuat keputusan besar yang matang dan rasional.
The Essays of Warren Buffett – Lawrence Cunningham
Buku ini menyusun surat tahunan Buffett kepada pemegang saham Berkshire Hathaway dalam format yang lebih mudah dibaca. Isinya mencerminkan prinsip-prinsip investasi, pandangan tentang manajemen, serta tata kelola perusahaan dari sudut pandang Buffett sendiri.
Bagi siapa pun yang ingin memahami filosofi Buffett langsung dari sumber aslinya, buku ini adalah pilihan tepat. Dari esai-esainya, terlihat jelas konsistensi pemikiran Buffett dalam menekankan pentingnya kesabaran, integritas, dan visi jangka panjang.

