Indokripto Koin Semesta

Indokripto Koin Semesta (COIN): Magnet Baru Investor Pasar Modal Indonesia

Jakarta, INVESTOR IDN– Gemuruh bursa saham Indonesia kembali mengguncang jagat finansial nasional ketika PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN)—emiten bursa aset kripto pertama di tanah air—melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2025. Fenomena saham COIN yang terus diburu investor menjadi babak baru transisi ke era digital, membetot perhatian publik dan analis investasi.

Euforia Pasar: Lonjakan Tidak Terkendali

Tidak genap sebulan sejak debut IPO, harga saham COIN telah melonjak hingga 1.410%, dari harga penawaran Rp 100 ke level tertinggi di Rp 1.600 per saham sebelum sempat menyentuh auto reject bawah (ARB). Modal IPO sebesar Rp 231 miliar habis disapu investor dalam penawaran yang oversubscribed lebih dari 180 kali, menandakan antusiasme luar biasa dan menimbulkan efek snowball di lantai bursa.

Selama enam hari pertama perdagangan, saham COIN menyentuh Auto Reject Atas (ARA) secara beruntun, membawa harga dari level perdana ke puncak hanya dalam tempo singkat—kenaikan 374% hanya dalam satu pekan. Fenomena ini membuktikan daya tarik luar biasa dari COIN sebagai pionir, pelopor, sekaligus satu-satunya bursa aset kripto yang telah teregulasi dan go public di Indonesia.

Data Investor: Free Float dan Kepemilikan Publik

Fenomena minat investor pada COIN didukung data kepemilikan publik yang fantastis. Dalam sebulan, porsi kepemilikan publik (free float) membengkak menjadi 43,05% per akhir Juli 2025, jauh melebihi jumlah saham IPO hanya 15%. Tercatat 119.185 pemegang saham tersebar, membuat COIN menjadi salah satu emiten dengan basis investor terluas di sektor teknologi Indonesia.

Kinerja Keuangan: Beralih dari Rugi ke Laba Jumbo

COIN membukukan pencapaian finansial yang dramatis. Semester I 2025, perusahaan mencatat laba bersih sebesar Rp 25,6 miliar, berbalik dari rugi Rp 1,99 miliar di periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan semester I terdongkrak 187 kali lipat menjadi Rp 113,15 miliar, utamanya dari Jasa Transaksi Aset Kripto (Rp 94,28 miliar), Jasa Penyimpanan Aset Kripto (Rp 12,57 miliar), Jasa Sewa Perangkat Lunak dan Registrasi Bursa.

EBITDA semester I tercatat Rp 56,9 miliar, didukung arus kas operasi positif sebesar Rp 71,17 miliar—mencerminkan kekuatan model bisnis terintegrasi yang menghubungkan bursa aset kripto (PT Central Finansial X/CFX) dan lembaga kustodian (PT Kustodian Koin Indonesia/ICC).

Faktor Pendorong Minat Investor

  • Pelopor: COIN menjadi first-mover di segmen derivatif dan bursa aset kripto Indonesia, satu-satunya bursa yang telah mengantongi izin Bappebti dan berada dalam masa transisi ke OJK.
  • Model Bisnis Terintegrasi Vertikal: Sinergi bursa kripto (CFX) dan kustodian digital (ICC) mendukung pertumbuhan volume transaksi spot kripto yang mencapai Rp 3 triliun per akhir Juli, hampir tiga kali lipat dari rata-rata bulanan sebelumnya.
  • IPO, Valuasi Rendah, Prospek Tinggi: IPO COIN menawarkan valuasi PBV di kisaran 0,97–1,01 atau masih undervalued jika dibanding infrastruktur pasar modal konvensional.
  • Diversifikasi Investor: COIN menjadi instrumen diversifikasi portofolio yang memiliki profil risiko-return tinggi — volatility aset digital dapat menjadi peluang bagi nasabah spekulatif dan institusional.

Pengembangan Produk dan Outlook Industri

COIN mengambil langkah agresif memperkenalkan produk-produk baru, termasuk derivatif kripto dan memperkuat lini usaha melalui entitas anak. CEO Ade Wahyu menegaskan bahwa antusiasme investor tidak akan berhenti pada euforia harga, tetapi akan didukung oleh fundamental pengembangan ekosistem yang sehat, transparan, dan berkelanjutan. Komitmen ini diperkuat dengan Good Corporate Governance dan perlindungan transaksi bagi pengguna pasar aset digital.

Industri aset kripto di Indonesia sedang berada di persimpangan jalan—tren harga Bitcoin yang menembus rekor sepanjang masa turut memperkuat sentimen positif saham COIN dan mempercepat adopsi teknologi blockchain di pasar fintech nasional. Para analis yakin COIN memiliki ruang ekspansi luar biasa, mengingat masih minimnya kompetitor dan ceruk pasar yang belum digarap sepenuhnya.

Penutup: Antara Gelombang Euforia dan Realitas Bisnis

Minat investor yang membanjiri saham COIN merupakan representasi transformasi fundamental pasar modal Indonesia—dari sekadar transaksi konvensional menuju era digital berbasis blockchain dan aset kripto. Walau volatilitas bisa menguji ketahanan investor, COIN telah berhasil menjadi magnet baru yang memukau, membawa harapan baru bagi industri teknologi finansial nasional.

More From Author

Elzatta

Manuver Bisnis ZATA di Tengah Panggung BEI

John-Piotroski Saham

Saham Terkuat di BEI, Strategi Cerdas Piotroski Buka Jalan

blank
ASA Media
ASA Media

Video Pilihan