Saham ASII

Optimisme Investor: Fundamental Kuat Saham ASII Menjadi Daya Tarik Bursa

Jakarta, INVESTOR IDN– Optimisme investor pada saham PT Astra International Tbk (ASII) kian menguat di tengah transisi industri otomotif nasional menuju era elektrifikasi dan digitalisasi. Mengadopsi pendekatan fundamental gaya Standard & Poor’s (S&P), sejumlah analis mencermati bahwa valuasi ASII saat ini menawarkan ruang apresiasi yang amat lebar hingga lima tahun ke depan.

Berdasarkan data keuangan terbaru, Astra membukukan kinerja yang solid sepanjang lima tahun terakhir. Rata-rata pertumbuhan pendapatan tercatat 17,26% per tahun, dengan net profit tumbuh 20,47% dan produktivitas EPS naik dengan margin serupa. Per akhir 2024, pendapatan ASII mencapai Rp 330,9 triliun, sementara laba bersih tembus Rp 34 triliun. Net margin stabil di kisaran 10% dan ROE menembus 15,97%. Dari sisi keuangan, Astra tampil tangguh dengan debt-to-equity ratio 0,47x dan kas melimpah untuk menopang ekspansi bisnis ke depan.

Valuasi saat ini tergolong murah. Price to Earnings ratio ASII ada di 6,98x, jauh di bawah rata-rata sektoral. Price to Book Value mendekati satu (1,12x) dan Price to Sales di kisaran 0,72x. Jika dihitung dengan metode S&P yang menggabungkan DCF dan scenario-based projections, nilai intrinsik saham ASII berada di Rp 13.966 – hampir 2,4 kali lipat dari harga pasar saat ini, yakni Rp 5.875. Upside potential tak kurang dari 137,7%.

Melihat outlook bisnis 2025-2030, Astra akan menikmati sejumlah katalis positif. Pertama, penjualan mobil listrik di Indonesia tumbuh pesat, didorong insentif pemerintah dan penetrasi merek-merek global milik Grup Astra. Pangsa pasar EV diperkirakan naik hingga 29% di 2030. Kedua, bisnis konstruksi dan alat berat lewat United Tractors berpotensi naik sejalan dengan percepatan proyek strategis nasional, pembangunan IKN Nusantara, dan investasi swasta dan pemerintah.

Ekspansi ke sektor kesehatan dan data center makin memperkuat portofolio bisnis non-otomotif ASII. Akuisisi rumah sakit dan join venture data center memberi alternatif pertumbuhan baru di luar pasar kendaraan bermotor dan alat berat.

Proyeksi untuk periode 2025-2030 memperlihatkan tren pertumbuhan positif dalam tiga skenario. Skenario optimistis, EPS Astra bisa menyentuh Rp 1.775 di tahun 2030, dengan target price Rp 11.026. Skenario konservatif tetap menjanjikan, di mana EPS diproyeksikan Rp 1.297 dan target price Rp 9.728. Dalam skenario pesimistis, EPS Astra masih berpotensi tumbuh hingga Rp 876 dan target price Rp 7.783.

Namun, investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko: volatilitas ekonomi global, tekanan kompetisi dari merek China, siklikalitas bisnis otomotif, dan kebijakan fiskal pemerintah. Kendati demikian, posisi Astra sebagai market leader, reputasi merek kuat, portofolio terdiversifikasi, serta kepemimpinan dalam inovasi membuat fondasi bisnis ASII jauh lebih resilient menghadapi berbagai tantangan eksternal.

Dengan yield dividen di kisaran 6-7%, strategi ekspansi yang terukur, dan ekspektasi pertumbuhan fundamental, sejumlah analis merekomendasikan saham ASII sebagai kandidat pilihan utama untuk portofolio jangka menengah hingga panjang. Buy on weakness, bidik naik ke Rp 7.500 dalam 12 bulan dan simpan hingga 2030 untuk peluang cuan optimal.

More From Author

Joseph D. Piotroski

Era Baru Investasi Saham, Siapkan Strategi dengan Piotroski Score

Merdeka Battery Materials

Merdeka Battery Materials: Dari Kejayaan IPO ke Ujian Berat Produksi

blank
ASA Media
ASA Media

Video Pilihan