Jakarta, INVESTOR IDN – Piotroski F-Score kini semakin populer sebagai alat screening utama untuk mencari saham berfundamental kuat di Bursa Efek Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak investor individu maupun institusi mulai memprioritaskan metrik ini dalam membangun portofolio jangka menengah-panjang. Skor Piotroski mengukur kekuatan keuangan suatu perusahaan dari sembilan aspek fundamental, mulai dari profitabilitas (seperti ROA positif dan arus kas operasional yang sehat), kualitas laba, perbaikan struktur modal, hingga efisiensi bisnis dengan margin laba bruto dan perputaran aset yang terus membaik dari tahun ke tahun. Setiap kriteria yang dipenuhi bernilai satu poin, sehingga perusahaan bisa meraih nilai sempurna 9 jika seluruh indikatornya positif.
Di Indonesia, riset-riset terbaru membuktikan Piotroski F-Score sangat efektif membedakan saham juara dengan performa keuangan solid dan yang relatif rapuh. Dalam laporan dan simulasi berbagai sistem rekomendasi saham berbasis Piotroski, teridentifikasi lima emiten yang konsisten mencetak F-Score sempurna: PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG). Artinya, dalam kurun satu tahun terakhir, kelima emiten itu selalu menunjukkan neraca keuangan yang sehat, kas operasional yang kuat, rasio hutang menurun, hingga tidak ada aksi penerbitan saham baru yang berpotensi menggerus hak pemegang saham lama.
Dominasi sektor tambang dan energi dalam daftar teratas saham F-Score tertinggi mengkonfirmasi tren tahun ini bahwa sektor komoditas tetap menjadi andalan bursa Indonesia di tengah fluktuasi harga global. Meski harga nikel, batubara, dan minyak cenderung berfluktuasi di tahun 2025, mayoritas perusahaan tambang papan atas mampu menjaga profitabilitas tinggi dan efisiensi operasional. ADRO dan ITMG tetap merajai batubara, ANTM dan INCO menguasai pasar nikel serta logam mulia, sementara ESSA fokus di energi hilir. Selain sektor tambang, emiten dengan F-Score tinggi lain antara lain PGAS (utilitas), AKRA (logistik), dan UNTR (alat berat).
Strategi investasi berbasis F-Score sederhana namun terbukti efektif. Investor hanya tinggal memilih saham dengan skor minimal 8, lalu melengkapi analisa dengan valuasi harga (misal PBV dan PER) serta menyesuaikan eksposur sektor sesuai siklus ekonomi. Studi-studi pasar bahkan menunjukkan portofolio yang hanya diisi saham F-Score tinggi dapat mengalahkan kinerja IHSG secara konsisten dengan volatilitas lebih rendah. Untuk menjaga efektivitas alat ini, investor disarankan rutin memutakhirkan skor setiap kali laporan keuangan kuartal atau tahunan terbit.
Pada akhirnya, Piotroski F-Score memang bukan satu-satunya acuan, tetapi kini menjadi rujukan utama bagi investor modern di Indonesia untuk memilah ratusan emiten dan menemukan saham terbaik sejak awal. Perusahaan dengan skor 9 seperti ADRO, ANTM, ESSA, INCO, dan ITMG layak menjadi pertimbangan utama bila ingin membangun portofolio aman dan produktif di tengah dinamika market saat ini.

