blank

Investor Asing Borong Saham AMMN

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) kembali mencatatkan transaksi jumbo menarik perhatian pasar modal Indonesia. Pada 17 Oktober 2025, investor asing SAJIR 9 LLC menambah kepemilikan sahamnya sebesar 1,93 miliar lembar saham AMMN atau setara 2,66% kepemilikan melalui transaksi di pasar negosiasi yang difasilitasi broker Mandiri Sekuritas (kode CC).

Transaksi ini sangat signifikan mengingat SAJIR 9 LLC sebelumnya tidak tercatat memiliki saham AMMN, dan langsung masuk dengan akuisisi masif yang mencerminkan keyakinan kuat terhadap prospek emiten tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia ini. Data dari KSEI menunjukkan bahwa sebelum transaksi, kepemilikan SAJIR 9 LLC tercatat 0%, namun pasca transaksi melonjak menjadi 2,66%.

Siapa SAJIR 9 LLC dan Koneksinya dengan AMMN

SAJIR 9 LLC bukanlah nama baru di ekosistem kepemilikan Amman Mineral. Investor asing yang terdaftar di luar negeri ini merupakan bagian dari struktur kepemilikan Alexander Ramlie, tokoh kunci di balik AMMN yang tercatat sebagai salah satu orang terkaya Indonesia versi Forbes.

Pada Juni 2024, Alexander Ramlie melakukan restrukturisasi kepemilikan besar-besaran sebagai bagian dari estate planning atau penetapan waris. Dalam proses tersebut, dia mengalihkan 5,13 miliar saham AMMN yang sebelumnya dimiliki melalui PT Alpha Investasi Mandiri ke tiga entitas asing, termasuk SAJIR 9 LLC yang menerima porsi terbesar yaitu 4,18 miliar saham atau 5,77% kepemilikan.

Restrukturisasi ini dilakukan pada harga IPO sebesar Rp 1.695 per saham, namun dengan nilai pasar pada saat itu, total aset yang dialihkan mencapai Rp 55,92 triliun. Manajemen AMMN menegaskan bahwa restrukturisasi tersebut hanya untuk tujuan penetapan waris dan bukan penjualan kepada pihak ketiga.

Transaksi Jumbo di Tengah Koreksi IHSG

Transaksi SAJIR 9 LLC pada 17 Oktober 2025 terjadi di tengah tekanan pasar yang cukup signifikan. Pada hari yang sama, IHSG tumbang 2,57% ke level 7.915,66, dengan 591 saham terkoreksi dan hanya 136 saham yang menguat.

Namun, saham AMMN justru bergerak berlawanan arah dengan pasar. Pada sesi I perdagangan, saham AMMN naik 3,15% ke level Rp 8.175 seiring dengan pengumuman transaksi jumbo tersebut. Di pasar negosiasi, sebanyak 70,5 juta saham berpindah tangan dengan rata-rata harga Rp 7.570 per saham, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 534 miliar.​​

Yang menarik, meskipun IHSG tertekan hebat, investor asing justru mencatatkan net buy sebesar Rp 3,04 triliun di seluruh pasar. Transaksi jumbo AMMN berkontribusi signifikan terhadap net foreign buy ini, dengan AMMN mencatatkan net buy asing sebesar Rp 541 miliar.

Sentimen Positif dari Harga Komoditas Global

Kenaikan kepemilikan SAJIR 9 LLC di AMMN tidak bisa dilepaskan dari sentimen positif harga komoditas global, khususnya emas. Pada Oktober 2025, harga emas dunia mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) di level US$ 4.059 per troy ounce.

Harga emas dunia mengalami kenaikan 10,56% dalam sebulan terakhir dan melonjak 51,13% dibandingkan tahun sebelumnya. Di pasar domestik, harga emas Antam bahkan mencapai Rp 2,487 juta per gram pada 21 Oktober 2025, memecahkan rekor sebelumnya di Rp 2,485 juta per gram.

Lonjakan harga emas ini didorong oleh berbagai faktor global, termasuk ketidakpastian geopolitik, dinamika pertemuan pemimpin dunia terkait konflik Rusia-Ukraina, serta kebijakan moneter bank sentral global. Sebagai produsen tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia yang mengoperasikan tambang Batu Hijau di Sumbawa Barat dengan cadangan setara tembaga terbesar kelima di dunia, AMMN menjadi beneficiary langsung dari tren kenaikan harga komoditas ini.

Kinerja Operasional AMMN yang Kuat

Transaksi jumbo ini juga mencerminkan keyakinan terhadap fundamental operasional AMMN yang solid. Pada tahun 2024, AMMN mencatatkan pencapaian luar biasa dengan produksi emas meningkat 73% dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai rekor tertinggi di tambang Batu Hijau.

Perusahaan berhasil melampaui panduan kinerja dengan produktivitas tambang dan produksi tembaga meningkat 6%, produksi emas naik 7%, dan produksi konsentrat meningkat 6%. EBITDA AMMN mencapai US$ 642 juta, meningkat 148% dibandingkan tahun lalu dengan margin 24%.

Saat ini, AMMN tengah menambang Fase 8 yang memiliki cadangan mineral sekitar 460 juta ton dan akan memperpanjang usia tambang hingga 2030. Produksi Fase 8 dimulai dari bagian terluar pit Batu Hijau dengan kadar logam lebih rendah, namun akan terus berlanjut menuju bagian tengah dan dalam yang mengandung bijih mineral dengan kadar lebih tinggi, sehingga peningkatan produksi diproyeksikan terjadi dalam beberapa periode ke depan.

Struktur Kepemilikan dan Posisi Pasar

Pasca transaksi 17 Oktober 2025, SAJIR 9 LLC kini memegang 1,93 miliar saham atau 2,66% kepemilikan di AMMN. Ini merupakan penambahan dari kepemilikan sebelumnya yang telah mencapai 5,77% melalui transaksi restrukturisasi Juni 2024.

Struktur kepemilikan AMMN menunjukkan dominasi konglomerat Indonesia. Agoes Projosasmito tercatat sebagai penerima manfaat terakhir dengan penguasaan melalui PT AP Investment (15,45%) dan kepemilikan langsung (0,39%). Selain itu, Grup Salim diketahui memiliki kepemilikan signifikan di AMMN melalui PT Sumber Gemilang Persada (SGP) sebagai pemegang saham terbesar, serta melalui Diamond Bridge Pte. Ltd yang berafiliasi dengan Medco, dan PT Pesona Sukses Cemerlang (PSC), dengan total kepemilikan Salim secara tidak langsung mencapai lebih dari 50%.

Adapun komposisi kepemilikan saham AMMN per September 2025 menunjukkan porsi investor lokal sebesar 85,17% dan investor asing 14,83%. Dengan total saham beredar 72,52 miliar lembar, kapitalisasi pasar AMMN mencapai Rp 580,15 triliun, menjadikannya salah satu emiten dengan kapitalisasi terbesar di Bursa Efek Indonesia.

Outlook dan Tantangan ke Depan

Meskipun sentimen positif mendominasi, AMMN menghadapi beberapa tantangan. Cadangan tambang Batu Hijau diprediksi akan habis pada 2030, sehingga perusahaan tengah fokus pada eksplorasi cebakan Elang yang memiliki potensi sumber daya 12,95 juta pon tembaga dan 19,7 juta ons emas. Eksplorasi Elang direncanakan dimulai sekitar 2027 untuk menggantikan posisi produksi Batu Hijau.

Dari sisi teknikal perdagangan, saham AMMN berada dalam tren volatil sepanjang Oktober 2025. Harga saham bergerak dalam rentang 52-week antara Rp 4.500 pada April 2025 hingga puncaknya Rp 9.850 pada Oktober 2024. Per 21 Oktober 2025, saham ditutup di level Rp 7.650, turun 22,34% dari puncak 52-week.

Analis pasar memberikan rekomendasi beli untuk trading saham AMMN pada rentang harga Rp 7.850-8.050 dengan target harga ambil untung di Rp 8.125-8.250 dan stop loss di Rp 7.250. Rekomendasi ini didukung oleh sentimen positif harga emas dunia yang diprediksi akan terus menguat, serta fundamental operasional AMMN yang solid.

Penutup

Transaksi jumbo SAJIR 9 LLC di AMMN pada 17 Oktober 2025 mencerminkan kepercayaan investor institusional terhadap prospek jangka panjang emiten tambang ini. Kombinasi kenaikan harga komoditas global, kinerja operasional yang kuat, serta dukungan dari pemegang saham utama memberikan fondasi solid bagi pertumbuhan AMMN ke depan.

Di tengah koreksi pasar yang dalam, transaksi ini menunjukkan bahwa investor cerdas tetap melihat value di saham-saham berkualitas dengan fundamental kuat dan eksposur terhadap komoditas yang sedang dalam tren bullish. AMMN, dengan posisinya sebagai produsen tembaga dan emas terbesar di Indonesia dan cadangan terbesar kelima di dunia, tetap menjadi pilihan menarik di sektor pertambangan.

More From Author

blank

Purbaya Soroti Saham Gorengan, MII Indonesia Desak Reformasi Pasar Modal

blank

Melesat 386,58%, Ada Apa Dengan Saham FUTR?

blank
ASA Media
ASA Media

Video Pilihan