blank

Incar Modal Rp 158,4 Miliar, PT Pelayaran Jaya Hidup Baru IPO

Jakarta, INVESTOR IDN – PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Pada aksi tersebut, perseroan akan menawarkan sebanyak-banyaknya 480 juta lembar saham dengan nilai nominal Rp 50 per saham.

Jumlah saham yang ditawarkan itu setara 50 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO. Saham tersebut ditawarkan pada kisaran harga Rp 310-330 per saham. Dengan demikian, perseroan berpotensi mengantongi sebanyak-banyaknya Rp 158,4 miliar dari IPO.

Bersamaan dengan penawaran umum perdana saham, perseroan juga menerbitkan sebanyak-banyaknya 240 juta Waran Seri I atau sebesar 16,67 persen dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran IPO. Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada tanggal penjatahan. Setiap pemegang 2 saham yang ditawarkan berhak memperoleh 1 Waran Seri I.

Setiap 1 Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham perseroan yang dikeluarkan dari portepel dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 330 setiap Waran Seri I. Waran Seri I dapat dilaksanakan menjadi saham perseroan, dimulai setelah 6 bulan sejak diterbitkan tanggal 4 Mei 2026 sampai dengan tanggal 4 November 2026.  Nilai hasil pelaksanaan Waran Seri I ini sebanyak-banyaknya Rp 79,2 miliar.

Penggunaan Dana IPO

Melansir laman e-ipo, Kamis (23/10/2025),  seluruh dana yang diperoleh dari penawaran umum perdana saham ini akan digunakan untuk belanja modal guna mendorong pertumbuhan bisnis perseroan. Rinciannya, dialokasikan untuk belanja modal (capital expenditure/capex) dialokasikan untuk pembangunan tiga unit kapal baru jenis Landing Craft Tank (LCT). 

Tujuan pembangunan 3 unit kapal LCT baru adalah untuk mendukung pengembangan bisnis Perseroan guna memenuhi kebutuhan permintaan pengangkutan alat berat hingga kontainer dari klien. Untuk pembangunan 3 kapal tersebut, Perseroan bekerja sama dengan perusahaan galangan kapal yang tidak terdapat hubungan afiliasi serta pernah bekerja sama sebelumnya dalam pembangunan kapal (PT Untung Brawijaya Sejahtera (UBS)) dan docking (UBS dan PT Adiluhung Sarana segara Indonesia (ASSI)) dari kapal-kapal milik Perseroan.

Sementara seluruh dana yang diperoleh perseroan dari pelaksanaan Waran Seri I, jika dilaksanakan oleh pemegang Waran Seri I akan digunakan untuk modal kerja Perseroan mencakup biaya kegiatan operasional Perseroan. Antara lain berupa pembelian solar untuk bahan bakar kapal dan biaya perawatan kapal.

Pemegang Saham Sebelum IPO PJHB Didominasi Keluarga Gozali

Sebelum melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO), kepemilikan PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB) sepenuhnya berada di tangan enam individu, dengan struktur yang didominasi oleh keluarga Gozali.

Berdasarkan prospektus ringkas perusahaan, Hero Gozali tercatat sebagai pemegang saham terbesar dengan porsi 50%atau sebanyak 720 juta saham. Disusul oleh Adelia Aryni Setyawan (Mey Man) yang memegang 17% atau 244,8 juta saham. Sementara itu, Go Sioe Bie, Nixen Samuel Gozali, dan Nisien Imanuella Gozali masing-masing memiliki 10%saham atau setara 144 juta lembar saham. Adapun Monica Chandrasa menguasai 3% atau sekitar 43,2 juta saham.

Secara keseluruhan, modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan sebelum IPO mencapai Rp72 miliar, yang berasal dari 1,44 miliar saham dengan nilai nominal Rp50 per saham. Dalam prospektus juga dijelaskan, seluruh pemegang saham lama menyatakan tidak akan mengalihkan kepemilikan sahamnya selama delapan bulan sejak pernyataan pendaftaran IPO dinyatakan efektif oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sesuai dengan ketentuan POJK No. 25/2017. 

Sementara itu, Hero Gozali sebagai pemegang saham pengendali berkomitmen untuk tidak mengalihkan pengendalian minimal selama 12 bulan setelah pernyataan pendaftaran menjadi efektif.

Setelah IPO, PJHB akan melepas sebanyak 480 juta saham baru, atau setara 25% dari modal disetor penuh setelah penawaran umum. Dengan demikian, kepemilikan publik akan mencapai 25%, sementara porsi enam pemegang saham eksisting akan terdilusi menjadi 75%.

Jadwal IPO

Masa Penawaran Awal: 22 – 27 Oktober 2025

Perkiraan Tanggal Efektif: 29 Oktober 2025

Masa Penawaran Umum: 30 Oktober – 3 November 2025

Penjatahan: 3 November 2025

Distribusi Saham dan Waran Seri I Secara Elektronik: 4 November 2025

Pencatatan Saham dan Waran Seri I di BEI: 5 November 2025

Akhir Masa Perdagangan Waran Seri I:

– Pasar Reguler & Negosiasi: 30 Oktober 2026

– Pasar Tunai : 3 November2026

Periode Pelaksanaan Waran Seri I: 4 Mei 2026 – 4 November 2026

Akhir Masa Berlaku Waran Seri I: 4 November 2026

More From Author

blank

Gandeng Investor Tiongkok, FUTR Garap Proyek PLTS 130 MW di Bali

blank

BKSL Serahkan Saffron Apartment di Oktober 2025

blank
ASA Media
ASA Media

Video Pilihan