Jakarta, Investor IDN –PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) mempercepat pembangunan tiga pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) baru yang ditargetkan beroperasi pada Semester II 2026. Ekspansi ini dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidrasi sehat.
Ketiga pabrik baru tersebut berlokasi di Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Kalimantan Timur dengan kapasitas produksi masing-masing sekitar 50 juta liter per tahun. Investasi total untuk pembangunan tiga pabrik diperkirakan mencapai Rp400 miliar yang akan didanai dari kas internal dan pinjaman perbankan. Dengan tambahan ini, total kapasitas produksi CLEO akan meningkat menjadi 600 juta liter per tahun.
CLEO mencatatkan pertumbuhan pendapatan dua digit dalam tiga tahun terakhir didorong oleh ekspansi distribusi dan brand awareness yang kuat. Produk CLEO dikenal dengan tagline ‘Satu-satunya Air Mineral yang Dimasak’ yang menjadi diferensiasi di pasar AMDK yang kompetitif. Saham CLEO diperdagangkan di level Rp700-800 dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp2,5 triliun.
PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) merupakan perusahaan air minum dalam kemasan yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 2018. Perseroan memproduksi air mineral dengan teknologi sterilisasi panas (UHT) yang membedakannya dari kompetitor.
Manajemen menargetkan pendapatan tumbuh 15-20% pada 2026 didukung oleh operasional pabrik baru dan perluasan jaringan distribusi ke daerah-daerah yang sebelumnya belum terjangkau. Pasar AMDK di Indonesia diproyeksikan tumbuh 8-10% per tahun seiring dengan pertumbuhan populasi dan urbanisasi.

