Jakarta, Investor IDN –PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) berencana membagikan dividen tunai sebesar Rp397,5 miliar atau Rp53 per saham untuk tahun buku 2025. Rencana ini akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada Juni 2026 mendatang, seiring dengan optimisme perseroan terhadap prospek bisnis ke depan.
Sepanjang 2025, PBID mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp5,19 triliun dengan laba bersih Rp402 miliar. Dengan total aset Rp3,48 triliun dan ekuitas Rp2,94 triliun, rasio dividen terhadap laba bersih (payout ratio) mencapai sekitar 98,9% — menunjukkan komitmen tinggi perseroan dalam memberikan imbal hasil kepada pemegang saham. Yield dividen diperkirakan mencapai 9,7% terhadap harga saham PBID yang saat ini berada di level Rp545.
PBID bergerak di industri plastik kemasan terpadu dengan produk utama kantong plastik dan kemasan fleksibel. Perseroan telah melakukan diversifikasi supplier resin dengan memiliki 4-5 pemasok cadangan untuk memitigasi risiko fluktuasi harga bahan baku. Saham PBID mencatatkan kenaikan 0,92% pada perdagangan hari ini dengan kinerja year-to-date (YTD) mencapai +12,14%.
PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) merupakan perusahaan manufaktur plastik kemasan yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 2011. Perusahaan berbasis di Tangerang ini memproduksi berbagai jenis kemasan plastik untuk kebutuhan rumah tangga, industri, dan komersial dengan jaringan distribusi yang mencakup seluruh Indonesia dan sebagian pasar ekspor.
Ke depan, manajemen optimistis kinerja perseroan akan terus membaik seiring dengan pertumbuhan industri plastik kemasan yang didorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga dan industri makanan-minuman. Strategi diversifikasi pasar dan efisiensi biaya produksi menjadi kunci pertumbuhan PBID di tengah tekanan harga resin global.

