Jakarta, Investor IDN – Perombakan jajaran direksi dan komisaris VKTR tak membuat gentar para petinggi emiten. Buktinya, mereka kompak borong 15 juta lembar saham perusahaan kendaraan niaga ini di pasar terbuka.
Perubahan susunan pengurus terjadi pada 2026, bersamaan dengan momentum ekspansi bisnis yang mulai terlihat hasilnya. Meski detail nama-nama baru belum diumumkan secara resmi, aksi beli oleh kalangan internal ini jadi sinyal kuat soal keyakinan manajemen terhadap prospek perusahaan ke depan.
Pembelian 15 juta saham dalam sepekan terakhir itu menunjukkan optimisme yang solid dari dalam. Dalam bahasa pasar, volume pembelian sebesar itu oleh orang dalam biasanya dibaca sebagai sinyal bullish—manajemen percaya harga sekarang masih murah dibanding nilai intrinsik.
VKTR dikenal sebagai emiten yang fokus di bisnis kendaraan niaga dan komponen logam. Berkantor di Bakrie Tower Jakarta, perusahaan yang berdiri sejak 2007 ini mulai menuai hasil dari investasi di sektor manufaktur, termasuk pembukaan pabrik baru yang mendorong sentimen positif harga saham.
Saham VKTR ditutup di level Rp 970 per lembar pada 10 April 2026. Volume transaksi mencapai 32,4 juta saham senilai Rp 43,75 miliar. Kinerja ini impresif, tapi valuasi saat ini sudah terbilang tinggi. Buat investor yang tertarik, pantau aksi korporasi selanjutnya—prospek jangka panjang emiten ini tetap menarik di tengah pertumbuhan industri kendaraan niaga nasional.

