Jakarta, Investor IDN – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) baru saja menuntaskan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta pada Rabu, 13 Mei 2026. Emiten anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk ini kembali membuktikan komitmennya dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dengan memutuskan pembagian dividen tunai.
Keputusan ini menegaskan rekam jejak perseroan yang tidak pernah absen membagikan keuntungan sejak melantai di bursa pada tahun 2014 silam. Langkah ini diambil di tengah dinamika sektor konstruksi yang masih penuh tantangan sepanjang tahun lalu.
Berdasarkan hasil RUPST, para pemegang saham menyetujui alokasi dividen tunai sebesar 10% dari total laba bersih tahun buku 2025. Nilai tersebut setara dengan Rp4,01 miliar atau senilai Rp0,46 per saham. Sementara itu, sisa laba bersih sebesar 90% atau sekitar Rp36,01 miliar ditetapkan sebagai cadangan lainnya untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan ke depan.
Sepanjang tahun 2025, WIKA Beton menunjukkan resiliensi yang cukup solid. Perseroan berhasil membukukan omzet penjualan sebesar Rp3,59 triliun dengan total perolehan kontrak baru mencapai Rp4,01 trillion. Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp40,02 miliar. Performa ini dicapai berkat strategi transformasi yang konsisten serta penerapan praktik lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan yang baik atau ESG di setiap lini operasional.
Selain persoalan bagi-bagi laba, rapat tahunan ini juga menyepakati perombakan signfikan pada susunan pengurus perusahaan. Pemegang saham menyetujui pemberhentian dengan hormat Agus Pramono dari jabatan Direktur Operasi dan Supply Chain Management, serta Tjia Marwan dari kursi Komisaris. Selain itu, RUPS juga mengukuhkan pemberhentian Dwi Gawan Islandhi H.B. sebagai Komisaris Independen yang telah efektif sejak Februari 2026.
Sebagai gantinya, perseroan mengangkat wajah-wajah baru untuk mengisi posisi di jajaran Dewan Komisaris. Nama Andrianto dan Indriani Widiastuti resmi diangkat sebagai Komisaris, didampingi oleh Noor Aljanna Fitri Gayo yang kini menjabat sebagai Komisaris Independen. Langkah penyegaran ini diharapkan mampu membawa perspektif baru dalam pengawasan strategis perusahaan.
Dengan perubahan tersebut, nakhoda WIKA Beton kini dipercayakan kepada Kuntjara sebagai Direktur Utama, didampingi oleh Rija Judaswara, Syailendra Ogan, dan Verly Widiantoro di jajaran Direksi. Sementara di kursi pengawasan, Wilan Oktavian tetap menjabat sebagai Komisaris Utama.
Sebagai bagian dari ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan berada di bawah payung Danantara, WIKA Beton menegaskan optimismenya untuk tetap menjadi pemimpin industri beton pracetak di Asia Tenggara. Fokus utama perusahaan ke depan adalah terus berinovasi dalam memberikan solusi infrastruktur yang berkelanjutan serta mendukung visi pembangunan nasional yang lebih terintegrasi.
Dengan posisi keuangan yang terjaga dan jajaran manajemen yang baru, WTON menatap tahun 2026 dengan strategi Engineering-Production-Installation (EPI) yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan pasar infrastruktur Indonesia yang semakin kompleks.

