Jakarta, Investor IDN – PT Singaraja Putra Tbk (SINI) resmi mengumumkan rencana rights issue senilai Rp3,6 triliun melalui keterbukaan informasi di BEI, Jumat (22/5). Aksi korporasi ini jadi momentum krusial buat emiten jasa kepelabuhanan milik Hapsoro Sukmonohadi itu.
Berdasarkan dokumen resmi, SINI bakal menerbitkan saham baru dengan rasio tertentu kepada pemegang saham yang tercatat dalam daftar pemegang hak. Dana segar ini utamanya dialokasikan buat ekspansi bisnis dan penguatan modal kerja anak usaha di sektor infrastruktur pelabuhan.
Yang bikin pasar antusias, Grup CUAN milik Prajogo Pangestu lewat PT Kreasi Jasa Persada (KJP) sudah mengonfirmasi bakal mengeksekusi seluruh haknya. Dengan kepemilikan 19,74% saham SINI, kehadiran KJP sebagai pembeli siaga jadi jaminan rights issue tak bakal gagal serap.
Manajemen SINI menargetkan proses rights issue rampung dalam waktu dekat. Jadwalnya sudah disusun—mulai dari periode perdagangan dengan dan tanpa hak, hingga pencatatan saham baru di BEI. Buat investor yang sudah masuk, catat baik-baik cum date dan ex date-nya.
SINI sendiri merupakan emiten pelabuhan yang sahamnya dikendalikan Hapsoro—pengusaha batubara yang juga menguasai PTRO. Dalam sebulan terakhir, saham SINI bergerak volatil, terpengaruh sentimen rights issue dan tekanan di sektor tambang. Pelaku pasar menilai valuasi saat ini masih masuk akal, asalkan dana rights issue benar-benar dipakai produktif.
Kalau lihat data, langkah ekspansi lewat rights issue ini sejalan dengan strategi SINI buat memperkuat posisi di bisnis logistik maritim. Ditopang pemegang saham kuat kayak Prajogo, peluang realisasi rencana ini cukup tinggi. Investor tinggal pantau kelanjutan timeline dan potensi dilusi sahamnya.
