Jakarta, Investor IDN – Dividen PGAS diperkirakan mentok di Rp151 per saham, setara yield 8,9% dari harga Rp1.700. Emiten gas BUMN ini mengalokasikan 80% laba bersih tahun buku 2025—senilai dolar AS 172,29 juta—buat dibagi ke pemegang saham.
Buat investor yang kebeli di bawah Rp1.500, yield-nya bisa tembus 10%. Makanya, pengumuman koreksi dividen tunai per 25 Mei 2026 ini langsung jadi sorotan. Besaran dividen per saham masih di kisaran Rp121–151, tergantung kurs dolar dan keputusan RUPST.
Dari sisi kinerja, pendapatan PGAS naik di tahun buku 2025 meski laba bersih tertekan. Tapi prospek ke depan tetap cerah—tambahan pasokan gas dan ekspansi infrastruktur pipa jadi katalis utama yang bikin analis optimistis.
Mayoritas analis merekomendasikan BUY dengan target harga Rp1.970, masih ada upside 15% dari level saat ini. Ditambah dividen yield nyaris 9%, total return yang ditawarkan jelas bikin investor tertarik buat akumulasi.
Catat jadwal cum date dan ex date begitu diumumkan resmi. Kalau harga PGAS terkoreksi ke Rp1.600-an, itu bisa jadi momen entry sebelum pasar sadar dividennya gede banget.

