Artemis 3 Gagal Mendarat di Bulan

Gagal Mendarat di Bulan! Saham LMT & BA Anjlok Usai NASA Geser Jadwal Artemis III ke 2026

New York, Investor IDN – Pengumuman NASA mengenai pengunduran jadwal misi Artemis III ke September 2026 telah memicu tekanan jual pada saham-saham kedirgantaraan utama di bursa Amerika Serikat per perdagangan akhir Februari 2026. Ketidakpastian jadwal ini memaksa para pelaku pasar melakukan rebalansasi portofolio seiring dengan potensi pembengkakan biaya (cost overrun) dan penundaan pembayaran termin (milestone payments) triliunan rupiah bagi para emiten raksasa.

Berdasarkan data pasar per 27 Februari 2026, saham Lockheed Martin Corporation (LMT) terkoreksi sebesar 3,4% ke level US$442,15 per lembar. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap beban tambahan pada riset dan pengembangan (R&D) perisai panas kapsul Orion. Secara fundamental, LMT mencatatkan kenaikan biaya operasional sebesar 12% year-on-year (yoy) akibat investigasi teknis yang berlarut-larut. Rasio laba terhadap saham (EPS) LMT diprediksi akan terkoreksi sebesar US$0,15 pada kuartal mendatang jika NASA tidak segera memberikan kepastian terkait kelanjutan kontrak operasional kapsul Orion untuk fase berikutnya.

Kondisi serupa dialami oleh Boeing (BA) yang harga sahamnya melorot 2,8% ke posisi US$198,40. Investor merespons negatif lambatnya efisiensi biaya pada produksi roket Space Launch System (SLS). Meskipun kapitalisasi pasar Boeing masih terjaga di level signifikan, ketidaksiapan Starship milik SpaceX sebagai pendarat lunar membuat prospek pendapatan dari sektor antariksa Boeing menjadi abu-abu. Analis teknikal memperkirakan saham BA akan menguji level support psikologis di US$190 jika tidak ada katalis positif dari uji coba SLS berikutnya. Penundaan ini juga menghambat siklus pengakuan pendapatan (revenue recognition) Boeing yang semula ditargetkan melonjak pada akhir 2025.

Emiten pendukung lainnya, Northrop Grumman (NOC), juga tidak luput dari sentimen negatif dengan penurunan tipis 1,2% ke harga US$478,90. Penundaan ini memengaruhi jadwal pengiriman pendorong roket padat yang merupakan komponen vital SLS. Bagi investor, perpanjangan durasi operasional proyek tanpa adanya penambahan nilai kontrak merupakan risiko intrinsik yang dapat menggerus margin laba kotor perusahaan. Ketidakpastian ini juga berdampak pada indeks sektoral pertahanan dan kedirgantaraan S&P 500 yang terkoreksi rata-rata 1,5% dalam sepekan terakhir.

Sebagai langkah antisipasi, manajer investasi kini cenderung bersikap konservatif dan memindahkan aset ke sektor yang lebih stabil. Bagi pemegang saham institusi, penundaan Artemis III merupakan sinyal untuk mencermati kembali efektivitas manajemen risiko pada kontrak pemerintah yang bersifat fixed-price. Realisasi target pendaratan di September 2026 kini menjadi variabel krusial yang akan menentukan arah arus kas dan pembagian dividen para emiten antariksa ini untuk sisa tahun fiskal 2026. Di tengah kejaran China yang makin agresif, performa fundamental emiten AS ini akan sangat bergantung pada keberhasilan misi uji coba Artemis II mendatang.

More From Author

KAQI 2026

Jantra Grupo Guyur Rp50 Miliar untuk 7 Bengkel Baru, Risiko dan Peluangnya bagi Investor Ritel

IHSG terpengaruh serangan Israel Ke Iran

IHSG Hadapi Badai Ganda: Serangan Israel ke Iran Picu Kekacauan, Sektor Energi Terpuruk di Akhir Februari

blank
ASA Media
ASA Media

Video Pilihan