Koperasi Pemegang Saham di Bursa

9 Koperasi Kuasai Saham di Atas 1% di 11 Emiten BEI, dari Asuransi hingga Batu Bara

Jakarta, Investor IDN – Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) merilis daftar pemegang saham di atas 1% per 10 April 2026, dan hasilnya mengungkap satu pola menarik: koperasi semakin agresif masuk ke lantai bursa. Dalam laporan tersebut, dari 39 kategori investor—mulai individu (ID), korporasi (CP), reksa dana (MF), hingga kategori lainnya (others)—terdapat sembilan koperasi yang tercatat memiliki kepemilikan di atas 1% di 11 emiten berbeda. Nama‑nama koperasi itu antara lain Koperasi Konsumen PT Asuransi Ramayana, Koperasi Purna Bakti Energi, Koperasi Simpan Pinjam Jasa (Kospin Jasa), dan Koperasi Pegawai PT Indosat Tbk (Kopindosat), disusul Koperasi Central Artha Mandiri, Koperasi Karyawan SMART Kantor Pusat Jakarta, Koperasi Konsumen Karyawan Mandiri Widodo Makmur, Koperasi Karya Mitra Satya, serta Koperasi Simpan Pinjam Nusantara Sejahtera Mandiri. Temuan ini menjadi warna baru di tengah kebijakan transparansi kepemilikan saham di atas 1% yang mulai dibuka rutin oleh BEI dan KSEI.

Koperasi Konsumen PT Asuransi Ramayana tercatat sebagai pemegang saham PT Asuransi Ramayana Tbk (ASRM) dengan status non‑warkat (scripless) sebanyak 20.447.956 saham, setara 1,60%. Koperasi ini tidak hanya bergerak di lingkup internal, tetapi juga menyediakan layanan makanan dan minuman, jasa pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), pengadaan sepeda motor, hingga pinjaman darurat bagi anggotanya. Sementara itu, Koperasi Purna Bakti Energi menjadi pemegang saham signifikan di PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) dengan kepemilikan 116.896.974 saham scripless atau 4,43%. Dalam akta pendirian, koperasi ini bernama Koperasi Perhimpunan Purna Karyawan Departemen Pertambangan dan Energi unit Departemen (KPPDPE) “Purna Bhakti” dan sudah berdiri sejak 10 April 1997 sebagai wadah para pensiunan Departemen Pertambangan dan Energi.

Koperasi Simpan Pinjam Jasa (Kospin Jasa) muncul sebagai salah satu pemain koperasi paling agresif di pasar modal. Di PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS), Kospin Jasa memegang 579,5 juta saham scripless, setara 57,95% dan berstatus pemegang saham pengendali. Di PT Modernland Realty Tbk (MDRN), Kospin Jasa menggenggam 144.578.000 saham scripless atau 1,15%. Kospin Jasa sendiri berdiri sejak 1973, dirintis pengusaha kecil dan menengah untuk menyediakan akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Koperasi Pegawai PT Indosat Tbk (Kopindosat) tercatat sebagai pemegang saham di PT Personel Alih Daya Tbk (PADA). Kopindosat menguasai 197.997.800 saham atau 6,29% dari total saham PADA. Didirikan pada 15 Agustus 1983, Kopindosat beranggotakan pegawai Grup Indosat dan menyediakan layanan simpan pinjam, pembiayaan syariah, penyediaan kebutuhan sehari‑hari, hingga usaha kafe dan restoran. Selain itu, Kopindosat merambah jasa teknik, transportasi, pemasaran, perdagangan umum, dan properti melalui empat entitas afiliasi, yakni PT Personel Alih Daya Tbk (Persada), PT Kopindosat Tour & Travel, PT Mitra Bahana Pasifik Indonesia, dan PT Jaringan Solusi Teknik.

Koperasi Central Artha Mandiri masuk sebagai pemegang saham PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) dengan kepemilikan non‑warkat sebanyak 600.380.421 saham atau 3,85%. Namun, ketika situs resmi koperasi ini diakses, informasi mengenai profil dan aktivitas usaha maupun strategi investasinya belum tersedia secara terbuka. Adapun Koperasi Karyawan SMART Kantor Pusat Jakarta tercatat memegang 138.309.100 saham scripless PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR), setara 4,82%. Mengacu data MarketScreener pada 22 Juni 2017, koperasi ini sebelumnya diakuisisi oleh SMAR dari pemilik lama PT Purimas Sasmita dengan nilai transaksi sekitar Rp570 miliar pada 23 Juni 2017.

Koperasi Karya Mitra Satya memiliki eksposur ganda di dua emiten konstruksi grup Wijaya Karya. Di PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE), koperasi ini memegang 319.382.000 saham scripless atau 3,34%. Di PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton), Koperasi Karya Mitra Satya mengantongi 351.518.749 saham, setara 4,03%. Kepemilikan tersebut menegaskan posisi koperasi internal sebagai salah satu pemegang saham penting dalam ekosistem BUMN karya dan anak usahanya.

Koperasi Konsumen Karyawan Mandiri Widodo Makmur merupakan pemegang saham di PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) dengan 1.802.041.400 saham scripless atau 6,13%. Namun, baik situs resmi koperasi ini maupun Koperasi Karya Mitra Satya belum memuat informasi keterbukaan yang memadai mengenai detail kepemilikan saham tersebut. Koperasi Simpan Pinjam Nusantara Sejahtera Mandiri (KSP Nusantara Sejahtera Mandiri) tercatat sebagai pemegang saham PT Yule Sekuritas Indonesia (YULE) dengan 45.527.906 saham, setara 2,53% dari total saham.

KSP Nusantara Sejahtera Mandiri berdiri pada 10 April 2017 dan menempatkan sebagian dananya pada aset riil, antara lain investasi di Menara Syariah di kawasan PIK2 Sedayu Indo City. Selain itu, koperasi ini berinvestasi di PT Pitaloka Prahyangan melalui Hotel The Suddha Bandung, PT Morotai Paradise Resort melalui Marahai Villa Morotai, serta PT Usaha Karya Bersama yang membawahi holding Bank Perkreditan Rakyat (BPR) untuk layanan gereja Katolik.

Di tengah meningkatnya keterbukaan data kepemilikan saham di atas 1% yang digulirkan BEI dan KSEI, deretan nama koperasi di atas menegaskan bahwa pelaku ekonomi berbasis anggota ini tidak lagi hanya bermain di sektor riil berskala kecil, tetapi juga aktif menempatkan modal di emiten‑emiten publik lintas sektor, dari asuransi, infrastruktur, properti, energi, hingga sekuritas. Struktur kepemilikan baru ini layak dicermati investor ritel karena memperlihatkan bagaimana ekosistem koperasi ikut menjadi bagian dari peta kekuatan pemegang saham di bursa.

More From Author

RUPST WIKA Beton 2026

RUPST WIKA Beton 13 Mei 2026: Tata Kelola Dibedah, Peluang Proyek MRT Manila dan LNG Alaska Jadi Kartu As

blank
ASA Media
ASA Media

Video Pilihan