Jakarta, Investor IDN– Saham IRSX adalah kode emiten PT Folago Global Nusantara Tbk di Bursa Efek Indonesia, yang sebelumnya bernama PT Aviana Sinar Abadi Tbk dan resmi tercatat di BEI sejak 7 Februari 2023. Perusahaan ini berawal sebagai integrated digital IT hub yang menghubungkan bisnis dengan teknologi, fokus pada layanan business-to-business (B2B) dan solusi digital untuk pelaku usaha di Indonesia.
Pada fase awal, perseroan mengembangkan perangkat lunak Software Product Management bernama IRSX untuk mengelola jual-beli produk digital dan fisik, inventory, pencatatan transaksi, hingga laporan keuangan bagi klien korporat. Platform ini diklaim melayani lebih dari 1.200 klien korporasi dengan sekitar 180 juta transaksi per bulan dan nilai transaksi lebih dari Rp4,5 triliun.
Secara klasifikasi, IRSX tercatat sebagai emiten teknologi dengan kegiatan usaha utama di bidang aktivitas pemrograman komputer lainnya dan pengelolaan platform digital. Seiring waktu, bisnisnya berevolusi dari murni pengembangan software menjadi kombinasi sektor digital, hiburan, dan teknologi melalui beberapa aksi korporasi dan akuisisi.
Ruang lingkup usaha terbaru IRSX mencakup pengelolaan platform digital komersial, produksi konten media imersif, pemrograman berbasis AI, konsultasi keamanan digital, hingga penerbitan software. Melalui rebranding menjadi Folago Global Nusantara, perseroan mengembangkan lini seperti Folago Social Commerce, Folago Live Entertainment, Folago Go, dan Folago Pictures yang menaungi jaringan content creator, live commerce, hingga produksi film. Akuisisi entitas seperti PT Tiger Wong Internasional dan PT Jaya Gemilang Wong memperkuat posisi grup di bisnis Multi Channel Network (MCN), digital gift, dan social commerce berbasis kreator konten.
Tahun 2025–2026 menjadi titik penting transformasi IRSX. Perusahaan mendirikan anak usaha PT Folago Artificial Intelligence Commerce yang bergerak di bidang optimalisasi AI untuk digital twins dan produksi film, mempertegas fokus pada ekosistem konten dan perdagangan berbasis kecerdasan buatan. IRSX juga menggandeng mitra teknologi global seperti Huawei Cloud untuk memperkenalkan solusi AI yang mendukung ekosistem digitalnya.
Di sisi pendanaan, IRSX merencanakan rights issue jumbo senilai sekitar Rp3,71 triliun dengan menerbitkan 12,39 miliar saham baru atau 66,67 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah aksi, dengan harga pelaksanaan Rp300 per saham. Aksi ini berpotensi sangat dilutif bagi pemegang lama yang tidak menebus HMETD, tetapi manajemen menyatakan dana akan diarahkan untuk memperkuat anak usaha di bisnis konten digital, hiburan, teknologi digital, dan AI.
Menjelang dan selama periode rights issue Maret 2026, saham IRSX diperdagangkan di kisaran sekitar Rp430–Rp460 per saham, dengan penutupan terbaru di area Rp446 per lembar menurut data komunitas dan market analytics Stockbit. Harga pelaksanaan HMETD di Rp300 per saham otomatis menjadi referensi psikologis penting bagi pasar, karena berada jauh di bawah harga pasar dan mencerminkan potensi tekanan jual jangka pendek akibat dilusi.
Analisis teknikal komunitas di Stockbit memetakan beberapa level kunci:
Support kuat di kisaran Rp423–Rp430 dan area lanjutan sekitar Rp380 sebagai lantai berikutnya jika tekanan jual berlanjut.
Resistance awal di sekitar Rp462, kemudian zona Rp500–Rp511 sebagai target ambil untung pertama, dilanjutkan area Rp559–Rp618 hingga sekitar Rp695–Rp800 sebagai target lanjutan jika skenario breakout dan narasi transformasi AI–entertainment benar-benar dihargai pasar.
Secara naratif, kombinasi rights issue jumbo, transformasi bisnis ke social commerce dan AI, serta aksi insider buying pengendali menjadi katalis positif jangka menengah, tetapi risiko volatilitas ekstrem dan dilusi pasca masuknya 12,39 miliar saham baru tetap sangat besar untuk jangka pendek. Karena itu, prediksi harga saham IRSX 2026 secara konservatif bisa ditempatkan dalam rentang dinamis Rp380–Rp800, dengan skenario bullish bergantung pada eksekusi transformasi bisnis dan sentimen pasar terhadap sektor teknologi–hiburan, sementara skenario bearish muncul jika rights issue memicu tekanan jual berkepanjangan dan kinerja fundamental tidak sejalan dengan ekspektasi.
Tulisan ini bersifat informatif untuk kebutuhan profil emiten dan trading idea berbasis data publik, bukan ajakan membeli atau menjual saham IRSX; keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko dan riset mandiri masing-masing investor.

