Jakarta, Investor IDN – FTSE Russell disebut akan menghapus sejumlah saham Indonesia yang masuk kategori high shareholding concentration (HSC) dari indeks global pada review Juni 2026. Langkah ini efektif mulai 22 Juni 2026 dan berpotensi menambah tekanan ke pasar saham domestik yang sejak pertengahan Mei sudah berada dalam tren turun tajam.
Di tengah kabar itu, IHSG pada perdagangan hari ini, Kamis (21/5/2026), tercatat berada di level 6.094,94, anjlok 223,56 poin atau 3,54%. Pelemahan ini memperdalam tekanan jual dan membawa indeks ke area terendah baru dalam beberapa bulan terakhir.
FTSE Russell menyoroti konsentrasi kepemilikan saham Indonesia yang dinilai terlalu tinggi sehingga tidak lagi memenuhi kriteria representasi indeks global. Saham yang masuk daftar HSC akan dikeluarkan pada pembukaan perdagangan 22 Juni 2026, dan pasar menilai keputusan ini bisa memicu aksi jual lanjutan dari investor pasif.
Tekanan terhadap pasar Indonesia semakin berat setelah sebelumnya MSCI juga menambah sentimen negatif lewat penyesuaian pada sejumlah saham RI. Kombinasi dua raksasa indeks global ini membuat investor global makin berhati-hati, sementara risiko outflow asing kian terbuka.
Secara teknikal, IHSG masih belum memberi sinyal pulih. Posisi indeks yang bertahan di sekitar 6.095 menegaskan bahwa pasar masih berada dalam fase lemah dan rentan volatilitas lanjutan. Sejumlah analis melihat area support dekat masih terbuka, tetapi bila level psikologis 6.000 jebol, ruang pelemahan bisa makin dalam.

