Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) kembali menjadi primadona di platform Stockbit hari ini, menguasai kanal Trending Buzz berkat spekulasi rights issue dan target produksi emas ambisius hingga 205 ribu ons sepanjang 2026. Di tengah IHSG yang terkoreksi 0,53% atau 37 poin ke level 6.989 pada perdagangan Senin (6/4), MDKA justru menarik perhatian investor ritel yang mencari katalis kuat di sektor komoditas.
Pergerakan ini sejalan dengan sentimen positif sejak awal tahun, di mana MDKA telah diborong institusi asing dengan kenaikan harga lebih dari 50% YTD. Target produksi emas yang didorong proyek Tambang Emas Pani (mulai Q1 2026) menjadi pendorong utama, ditambah kenaikan harga emas global akibat ketegangan geopolitik. Komunitas Stockbit ramai membahas potensi MDKA menembus Rp3.500, meski saham ini sempat terkoreksi -4,64% dalam seminggu terakhir.
Selain MDKA, beberapa saham lain ikut mencuat di Stockbit:
BRMS (PT Bumi Resources Minerals Tbk): Ramai karena sentimen mineral dan top gainer sebelumnya.
ADRO (PT Alamtri Resources Indonesia Tbk): Dibahas buyback Rp5 triliun mulai 18 April 2026.
BKSL (PT Sentul City Tbk): EPS melonjak ke Rp4,95 pada 2025, PER 22,63x.
Dari top gainer kemarin (6/4), nama seperti BULL, BUVA, AMMN, dan CUAN juga disebut dengan kenaikan hingga +7,77%.
IHSG diprediksi rawan terkoreksi lanjutan hari ini (7/4) setelah libur panjang, dengan faktor FTSE Russell review dan ketidakpastian global. Namun, saham komoditas seperti MDKA dan BRMS justru mendapat angin segar dari volume transaksi ritel yang solid, mencerminkan pola investor mencari safe haven di tengah volatilitas.
Analis memproyeksikan MDKA bisa rebound jika produksi Pani terealisasi, dengan potensi PER lebih kompetitif di tengah siklus emas bullish. Investor ritel disarankan pantau support MDKA di Rp2.870–Rp3.000 untuk entry point.

