blank

Harianto Solichin: Perjalanan Inspiratif Seorang Aktuaris di Kancah Keuangan Indonesia

Sosok Visioner di Balik Inare

Jakarta, INVESTOR IDN – Harianto Solichin telah menjadi saksi bisu perjalanan industri keuangan Indonesia selama lebih dari tiga dekade. Sebagai veteran sektor keuangan dengan latar belakang aktuaris, dia kini memimpin PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi (Inare), perusahaan reasuransi terbaru dari Grup Salim yang didirikan untuk melengkapi ekosistem keuangan konglomerasi tersebut

Ketika Grup Salim memutuskan untuk memasuki bisnis reasuransi pada 2020, pilihan jatuh pada Harianto Solichin untuk memimpin entitas strategis ini. Keputusan ini bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari rekam jejak panjang yang telah dibangunnya di sektor keuangan Indonesia.

Pendidikan dan Pembentukan Karakter
Lahir di Jakarta pada tahun 1962, Harianto Solichin menunjukkan kecerdasan akademis yang luar biasa sejak usia muda. Pendidikan formalnya mencapai puncak ketika dia lulus dari University of Toronto, Kanada, dengan spesialisasi Ilmu Aktuaria dan gelar Sarjana dalam bidang Ekonomi dan Statistik.

Pendidikan di University of Toronto membentuk fondasi kuat bagi karier profesionalnya. Sebagai seorang aktuaris, dia memiliki keahlian khusus dalam mengukur dan mengelola risiko serta ketidakpastian dalam dunia bisnis. Kemampuan analitis yang tajam dan pemahaman mendalam tentang statistik menjadi modal utama dalam menghadapi dinamika pasar keuangan yang kompleks.

Komitmennya terhadap pengembangan profesional tidak berhenti di bangku kuliah. Pada tahun 2003, dia memperoleh sertifikasi Chartered Financial Consultant (ChFC), sebuah pencapaian yang membuktikan dedikasi berkelanjutan terhadap keunggulan professional. Dia juga memiliki Professional Designation sebagai Fellow of Life Management Institute (FLMI), yang semakin memperkuat kredibilitasnya di industri asuransi.

Jejak Karier di Nikko Securities Indonesia
Perjalanan karier Harianto Solichin yang paling berkesan dimulai ketika dia bergabung dengan PT Nikko Securities Indonesia pada awal 1990-an. Perusahaan sekuritas yang merupakan joint venture antara Indonesia dan Jepang ini menjadi tempat dia mengasah kemampuan di pasar modal Indonesia.

Progressi kariernya di Nikko Securities sangat mengesankan. Dari posisi awal sebagai staff, dia berhasil naik hingga menjadi Presiden Direktur perusahaan tersebut. Kepemimpinannya di Nikko Securities ditandai dengan berbagai pencapaian, termasuk memperoleh izin sebagai Wakil Penjamin Emisi Efek pada tahun 1996 dan Wakil Manajer Investasi pada tahun 2000.

Sebagai Ketua Tim Komite Investasi dan Presiden Direktur, Harianto Solichin berperan sentral dalam pengelolaan berbagai reksa dana yang dikelola Nikko Securities. Perusahaan tersebut berhasil mengelola lebih dari 10 reksa dana dengan berbagai kategori, mulai dari reksa dana saham, pendapatan tetap, campuran, hingga pasar uang.

Masa kepemimpinannya di Nikko Securities juga ditandai dengan ekspansi bisnis yang signifikan. Perusahaan tidak hanya fokus pada perdagangan sekuritas, tetapi juga mengembangkan layanan corporate finance, riset ekonomi, dan manajemen investasi. Visinya yang progresif membantu memposisikan Nikko Securities sebagai salah satu pemain penting di bursa efek Indonesia.

Peran Strategis di Berbagai Perusahaan
Keahlian Harianto Solichin dalam mengelola risiko dan investasi membuatnya menjadi figur yang sangat dihormati di industri keuangan. Hal ini tercermin dari berbagai posisi strategis yang dia emban di perusahaan-perusahaan terkemuka.

Di PT Asuransi Central Asia Raya, dia menjabat sebagai Komisaris dan Ketua Komite Kebijakan Risiko. Posisi ini memungkinkannya memberikan kontribusi strategis dalam pengelolaan risiko perusahaan asuransi yang merupakan bagian dari Grup Salim.

Selain itu, dia juga menjadi Komisaris di PT Indolife Pensiontama, yang memperkuat portofolio pengalamannya di sektor asuransi jiwa dan dana pensiun. Pengalaman ini sangat berharga ketika dia kemudian dipercaya memimpin Inare.

Memimpin Inare: Misi “The Last Piece”
Tahun 2020 menjadi tonggak penting dalam karier Harianto Solichin ketika dia diangkat sebagai Direktur Utama PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi (Inare). Perusahaan reasuransi ini didirikan sebagai bagian dari strategi Grup Salim untuk menggenapkan ekosistem keuangannya yang sudah mencakup perbankan, asuransi, dan multifinance.

Dalam sebuah wawancara, Harianto Solichin menyebut Inare sebagai “the last piece” dari puzzle bisnis keuangan Grup Salim. Visinya jelas: menjadikan Inare sebagai perusahaan reasuransi berbasis teknologi terdepan untuk mendukung bisnis asuransi di Indonesia.

Kepemimpinannya di Inare ditandai dengan pendekatan yang modern dan inovatif. Perusahaan berkomitmen memberikan solusi berbasis teknologi dan big data terintegrasi kepada para pemangku kepentingan untuk mendorong efektivitas dan efisiensi. Nilai-nilai perusahaan yang ditanamkan mencakup Youthful, Tech Savvy, Innovative, Trustworthy, dan Reliable.

Prestasi Inare di bawah kepemimpinannya tidak luput dari perhatian industri. Pada tahun 2024, perusahaan meraih penghargaan Best Reinsurance Company 2025 dalam ajang 6th Indonesia Top Insurance Award. Pencapaian ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap peningkatan kualitas layanan dan penguatan kemitraan di berbagai sektor.

Kontribusi dalam Pengembangan Menara Syariah
Selain memimpin Inare, Harianto Solichin juga terlibat aktif dalam pengembangan Menara Syariah di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Sebagai Komisaris PT Fin Centerindo Satu, dia berperan dalam mewujudkan visi Islamic Business & Financial Center pertama di Indonesia.

Proyek Menara Syariah merupakan gedung perkantoran megah senilai Rp 3,5 triliun yang terdiri dari 2 menara kembar dengan 29 lantai. Gedung ini dirancang khusus untuk menjadi pusat keuangan syariah dan dilengkapi dengan masjid serta ruang kantor yang dikhususkan untuk perusahaan yang bergerak di bidang usaha syariah dan industri halal.

Keterlibatan Harianto Solichin dalam proyek ini mencerminkan visinya yang lebih luas tentang pengembangan industri keuangan syariah di Indonesia. Dia aktif menjalin kerjasama dengan berbagai universitas untuk membuka program pendidikan terkait ekonomi syariah, termasuk dengan Universitas Brawijaya, UIN Sunan Gunung Jati, Institut Tazkia, dan Universitas Islam Indonesia.

Peran sebagai Educator dan Mentor
Salah satu aspek yang menonjol dari sosok Harianto Solichin adalah komitmennya terhadap pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Dia secara aktif berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada generasi muda melalui berbagai platform.

Sebagai Komisaris Menara Syariah, dia turut serta dalam kegiatan Orientasi Pendidikan dan Kemahasiswaan (ORDIK) mahasiswa baru Pascasarjana Universitas Brawijaya. Dalam acara yang dihadiri 1.692 mahasiswa baru, dia menyampaikan materi tentang entrepreneurship dan kewirausahaan.

Filosofi bisnisnya tercermin dalam pendekatan yang dia sampaikan kepada para mahasiswa: “Entrepreneurship adalah salah satu kemampuan dan kesiapan dari dalam diri untuk mendevelop, menciptakan, mengorganisasi, dan untuk menjalankan suatu bentuk bisnis”. Dia menekankan pentingnya memiliki jiwa entrepreneurship sebagai kemampuan untuk memulai sesuatu dari nol hingga mencapai titik yang lebih tinggi.

Visi dan Strategi Bisnis
Sebagai veteran industri keuangan, Harianto Solichin memiliki pemahaman mendalam tentang dinamika pasar dan tantangan yang dihadapi sektor reasuransi. Visinya untuk Inare sangat jelas: menjadikan perusahaan sebagai perusahaan reasuransi berbasis teknologi terdepan untuk mendukung bisnis asuransi di Indonesia.

Strategi yang dia terapkan mencakup pemanfaatan teknologi terkini dan big data untuk memberikan layanan yang lebih efektif dan efisien. Pendekatan ini sejalan dengan tren digitalisasi yang sedang melanda industri keuangan global. Dengan modal yang kuat, profesional berpengalaman, dan pemanfaatan teknologi, Inare berkomitmen memberikan layanan reasuransi yang sesuai dengan kebutuhan mitra bisnis.

Pengakuan dan Penghargaan
Prestasi dan kontribusi Harianto Solichin di industri keuangan telah mendapat pengakuan yang luas. Sebagai Komisaris Utama Idnfinancials, dia turut memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang menunjukkan kinerja keuangan yang baik. Posisi ini menunjukkan kepercayaan industri terhadap keahlian dan integritasnya dalam menilai kinerja keuangan perusahaan.

Keterlibatannya dalam berbagai organisasi profesi juga menunjukkan kontribusinya yang berkelanjutan. Dia tercatat sebagai anggota Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dalam Focus Group Pasar Modal dan Keuangan, yang memungkinkannya berpartisipasi dalam pengembangan kebijakan dan regulasi di sektor keuangan.

Refleksi dan Masa Depan
Perjalanan karier Harianto Solichin dari seorang mahasiswa aktuaris di University of Toronto hingga menjadi pemimpin perusahaan reasuransi terkemuka adalah kisah inspiratif tentang dedikasi, pembelajaran berkelanjutan, dan visi yang jelas. Kemampuannya untuk beradaptasi dengan perubahan zaman, dari era analog hingga digital, menunjukkan fleksibilitas dan kapasitas intelektual yang luar biasa.

Sebagai seorang yang lahir pada tahun 1962, dia telah menyaksikan transformasi industri keuangan Indonesia selama lebih dari empat dekade. Dari masa krisis finansial 1998 hingga era digitalisasi saat ini, pengalamannya memberikan perspektif yang sangat berharga bagi pengembangan industri reasuransi Indonesia.

Visinya untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah regional melalui proyek Menara Syariah menunjukkan pemikiran yang tidak hanya berfokus pada keuntungan jangka pendek, tetapi juga pada kontribusi jangka panjang bagi perekonomian nasional.

Warisan dan Inspirasi
Harianto Solichin telah membuktikan bahwa dengan pendidikan yang solid, dedikasi yang tinggi, dan visi yang jelas, seseorang dapat mencapai puncak karier di industri yang sangat kompetitif. Perjalanannya dari seorang aktuaris muda hingga menjadi pemimpin perusahaan reasuransi terkemuka memberikan inspirasi bagi generasi muda yang ingin berkarier di sektor keuangan.

Komitmennya terhadap pengembangan sumber daya manusia dan pendidikan menunjukkan bahwa kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari pencapaian personal, tetapi juga dari kontribusi terhadap pengembangan industri dan masyarakat. Melalui perannya sebagai mentor dan educator, dia telah membantu membentuk generasi baru profesional keuangan Indonesia.

Sosok Harianto Solichin adalah contoh nyata bahwa dengan integritas, keahlian, dan visi yang jelas, seseorang dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi pembangunan industri keuangan Indonesia. Perjalanannya yang inspiratif akan terus menjadi sumber motivasi bagi para profesional muda yang ingin mengikuti jejaknya di dunia keuangan Indonesia.

More From Author

Nusantara CSR Award 2025

Nusantara CSR Awards 2025: Mengangkat Peran Perusahaan sebagai Motor Transformasi Berkelanjutan

blank

Indonesia Teken Sejumlah Perjanjian Dagang Strategis dengan Amerika Serikat

blank
ASA Media
ASA Media

Video Pilihan