PT Singaraja Putra Tbk

SINI Siapkan Rights Issue Besar, Dana Rp1,7 T Mengalir ke Akuisisi Tambang Batu Bara Milik Grup Petrosea

Jakarta, Investor IDN – PT Singaraja Putra Tbk (SINI) bersiap melakukan langkah korporasi agresif melalui rencana rights issue hingga 721,5 juta saham baru. Meski harga pelaksanaan dan rasio belum diungkap, arah penggunaan dana sudah jelas: ekspansi, deleveraging, dan penguatan operasional.

Fokus utama aksi ini adalah akuisisi PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) dari PT Petrosea Tbk (PTRO) dengan nilai transaksi sekitar Rp1,7 triliun. Selain itu, sebagian dana juga akan dialokasikan untuk pelunasan utang lebih awal serta tambahan modal kerja.

Akuisisi ini membawa SINI masuk lebih dalam ke sektor tambang batu bara melalui entitas anak KMS, yakni PT Cristian Eka Pratama, yang memiliki tambang di Kalimantan Timur. Tambang tersebut menyimpan cadangan sekitar 72,9 juta ton dan sumber daya mencapai 134,5 juta ton, dengan umur tambang diperkirakan masih 15 tahun.

Namun, kualitas batu bara menjadi catatan. Produk yang dihasilkan tergolong kalori rendah, berada di kisaran 3.924–3.993 kcal/kg—segmen yang umumnya sensitif terhadap harga dan permintaan pasar domestik.

Di sisi lain, kondisi keuangan target akuisisi juga belum solid. Berdasarkan laporan ekuitas 2025, akumulasi rugi KMS meningkat tajam dari Rp60 miliar pada 2024 menjadi Rp156 miliar. Ini menandakan bahwa aset yang diincar masih berada dalam fase turnaround, bukan profit generator.

Menariknya, langkah ekspansi SINI ini terjadi di tengah manuver strategis dari Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), yang merupakan pengendali PTRO. CUAN melalui anak usahanya, PT Kreasi Jasa Persada, tengah mengupayakan peningkatan kepemilikan di SINI hingga minimal 51%.

Hingga akhir Maret 2026, CUAN telah mengantongi 19,74% saham SINI, dan proses negosiasi dengan pemegang saham pengendali masih berlangsung sejak diumumkan pada Desember 2025. Namun, manajemen SINI menegaskan bahwa proses tersebut masih dalam tahap awal, termasuk kaji tuntas dan penentuan struktur transaksi.

Dengan kombinasi rights issue besar, akuisisi aset tambang, dan potensi perubahan pengendali, SINI kini berada di persimpangan strategis. Investor akan mencermati apakah langkah ini menjadi katalis pertumbuhan jangka panjang—atau justru menambah risiko dari ekspansi yang terlalu agresif.

Rencana rights issue ini dijadwalkan untuk dibahas dalam RUPS pada 26 Mei 2026.

More From Author

INDS Indospring 2026

Saham INDS Naik 145% di 2026: Profil Indospring, Kinerja Terbaru, dan Prospek Emiten Suku Cadang Otomotif Ini

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk

AADI Siapkan Buyback Rp5 Triliun, Sinyal Kepercayaan Diri Manajemen di Tengah Laba yang Melunak

blank
ASA Media
ASA Media

Video Pilihan