Jakarta, Investor IDN –Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait membeli 7,29 juta saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) di tengah aksi akuisisi perseroan terhadap Momogi Group senilai triliunan rupiah. Transaksi tersebut menjadikan total kepemilikan Ara — sapaan akrab Maruarar — mencapai 125,2 juta lembar atau 3,52% saham.
Berdasarkan keterbukaan informasi, pembelian saham COCO dilakukan melalui akumulasi pasar dengan nilai estimasi sekitar Rp2,46 miliar pada harga saham Rp338 per lembar. Tambahan kepemilikan ini terjadi di saat yang bersamaan dengan langkah strategis COCO mengakuisisi 99,99% saham PT Sari Murni Abadi (Momogi Group) melalui Conditional Share Purchase Agreement (CSPA) pada 6 Mei 2026. Akuisisi ini menandai ekspansi besar-besaran perseroan di sektor makanan ringan.
Momogi Group merupakan perusahaan makanan ringan yang telah meraih Top Brand Award selama 17 tahun berturut-turut dan memiliki 2 fasilitas manufaktur di Jawa Timur dan Jawa Barat, serta 2 pabrik di Vietnam melalui Bibica Corporation. Direktur Utama Win&Co Group, Sugianto Soenario menyebut akuisisi ini akan memperluas bisnis perseroan menjadi food and ingredients dengan akses ke pasar Indonesia dan Vietnam — dua pasar dengan pertumbuhan konsumsi tercepat di Asia Tenggara.
PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) atau dikenal dengan brand Win&Co Group adalah perusahaan makanan dan minuman yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia. Perseroan memproduksi berbagai produk cokelat dan makanan ringan dengan jaringan distribusi yang mencakup pasar domestik dan internasional. Potensi industri makanan ringan Asia Tenggara diproyeksi tumbuh dengan CAGR 6-8% hingga 2030, didorong pertumbuhan kelas menengah dan urbanisasi.
Kehadiran Menteri PKP sebagai pemilik saham signifikan memberikan sentimen positif bagi prospek perseroan. Akuisisi Momogi Group diharapkan dapat menciptakan sinergi portofolio produk dan memperluas akses distribusi global. Manajemen optimistis langkah ekspansi ini akan mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba perseroan dalam jangka menengah panjang.

