Jakarta, Investor IDN – Saham ASLC masih tertekan meski manajemen sudah mengaktifkan program pembelian kembali saham hingga 17 Juni 2026, dengan sinyal tegas bahwa harga saat ini dianggap belum mencerminkan fundamental perusahaan.
Proses ini sudah mendapat restu pemegang saham dan berjalan tanpa hambatan. Indikasi harga di bawah nilai wajar dari manajemen jadi sinyal buat pasar—bahwa emiten Grup Triputra ini melihat harga sekarang sebagai peluang akumulasi, bukan saatnya menjual di harga rendah.
ASLC satu atap dengan PT Adi Sarana Armada (ASSA) di bawah Grup Triputra. Bisnisnya mencakup jual beli mobil bekas dan platform lelang kendaraan—sektor yang permintaannya justru naik seiring harga mobil baru yang terus meroket.
Dari laporan keuangan, pendapatan ASLC tercatat Rp92 miliar per akhir Juni 2021. Tapi sinyal teknikal justru menunjukkan level Sangat Jual, dengan rata-rata bergerak yang mengindikasikan tekanan jual masih dominan. Di sinilah aksi pembelian kembali jadi alat yang pas buat menahan koreksi lebih dalam sekaligus kasih sinyal positif ke investor.
Efektivitas program ini ke depan tergantung seberapa konsisten eksekusinya dan bagaimana pasar merespons. Kalau volume terserap besar dalam waktu dekat, tekanan jual bisa mulai mereda. Buat investor ASLC, pantau realisasi pembelian ini—karena ini bisa jadi titik balik harga sahamnya.

