Jakarta, Investor IDN – Prasidha Aneka Niaga Tbk (TAMA) bersama Multitrend Indo Tbk (PTMR) mengumumkan rencana transaksi material yang membutuhkan restu RUPS, dengan PTMR bersiap bertransformasi menjadi perusahaan induk.
Rencana ini tak main-main — perubahan status jadi perusahaan induk bakal mengubah struktur bisnis dan kepemilikan secara fundamental. Makanya, persetujuan mayoritas pemegang saham independen jadi syarat mutlak yang tidak bisa ditawar.
Buat investor yang pegang saham TAMA dan PTMR, ini momen krusial. Suasana RUPST nanti kemungkinan bakal panas — soalnya transaksi material skala holding company punya dampak langsung ke nilai saham dan prospek bisnis ke depan.
Kedua emiten ini bermarkas di Jalan Pakubuwono VI, Jakarta, dengan saham yang diperdagangkan di bursa IDX. Meski kapitalisasinya tak masuk jajaran raksasa, langkah korporasi ini patut dicermati — karena perubahan struktur holding bisa membuka jalan ekspansi atau malah sebaliknya.
Intinya, keputusan RUPS nanti bakal jadi game-changer. Kalau lolos, PTMR resmi jadi induk — kalau batal, status quo bertahan. Pantau terus perkembangan TAMA dan PTMR, karena aksi korporasi ini bisa jadi sinyal awal konsolidasi baru di pasar modal domestik.

