Jakarta, Investor IDN – Telkom Indonesia (TLKM) mencatat rugi mark-to-market sekitar Rp180 miliar dari investasinya di GOTO sepanjang 2025.
TLKM menggenggam 7,52 miliar saham GOTO atau setara 7,64% kepemilikan. Saham GOTO ambles 30,77% sepanjang 2025 dari Rp78 menjadi Rp54 per saham. Dengan kepemilikan tersebut, kerugian mark-to-market diperkirakan mencapai Rp180 miliar dari selisih harga saham.
Sejak IPO di Rp338, saham GOTO terus tertekan. Kini muncul kabar bahwa Danantara (Badan Pengelola Investasi) akan masuk sebagai investor baru di GOTO. Langkah ini memicu perdebatan — apakah negara akan menyelamatkan GOTO atau justru mengambil alih kendali.
Di tengah dinamika itu, TLKM tetap fokus pada efisiensi dan transformasi digital. Kapitalisasi pasar TLKM tercatat Rp252,6 triliun dengan harga saham Rp2.520 per unit.
Masuknya Danantara ke GOTO dinilai menjadi katalis yang patut dicermati investor, terutama terkait arah pengelolaan perusahaan teknologi ke depan.

