Jakarta, Investor IDN – Saham PYFA melesat lebih dari 100% dalam sebulan terakhir ke Rp 486, di tengah pengunduran diri anggota dewan komisaris yang dibarengi penjualan saham dan rencana rights issue pekan depan.
Pengunduran diri komisaris PYFA terjadi bersamaan dengan dua transaksi jual saham oleh pihak terkait. Manajemen belum merinci alasan di balik langkah tersebut, tapi aksi ini cukup mengejutkan mengingat harga saham sedang dalam fase reli besar.
Di sisi lain, PYFA menjadwalkan rights issue mulai Juni 2026 untuk mendapatkan dana tambahan. Tanggal pencatatan saham baru dijadwalkan pada 9 Juli 2026. Artinya, investor yang memegang saham sebelum periode itu berhak atas HMETD.
Emiten yang berdiri sejak 1976 ini bergerak di manufaktur dan pengembangan produk farmasi serta perdagangan alat kesehatan. Dengan kapitalisasi pasar yang masih tergolong kecil, rights issue ini jadi momen kritis buat struktur permodalan ke depan.
Yang menarik, saham PYFA dikabarkan masih dalam jalur akumulasi menuju Rp 700 — naik 44% dari level saat ini. Tapi waspada, pengunduran diri komisaris di tengah reli bisa sinyal ketidaksepahaman internal. Pantau volume transaksi di hari-hari rights issue.

