Meryana merupakan salah satu figur yang cukup lama duduk di jajaran pengawas INPP. Keputusannya mundur langsung berlaku efektif setelah pengumuman resmi disampaikan ke publik. Manajemen belum mengungkap alasan spesifik di balik langkah ini, termasuk siapa pengganti yang bakal ditunjuk.
Yang menarik, keputusan ini datang di saat kinerja INPP tengah bersinar. Emiten ini baru saja membukukan kenaikan pendapatan 57% dengan laba tembus Rp500,89 miliar di kuartal terakhir — lompatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Ke depan, INPP menargetkan pertumbuhan pendapatan 10% pada 2026. Strateginya: akselerasi transformasi bisnis buat memperkuat recurring income. Artinya, perusahaan tak cuma mengandalkan proyek sekali jalan, tapi juga pendapatan berulang yang lebih stabil.
Soal perubahan di jajaran komisaris, biasanya pasar butuh waktu mencerna. Tapi selama fundamental bisnis tetap solid, pergantian personel di level pengawas jarang berdampak langsung ke operasional. Buat investor, catat baik-baik: kinerja INPP pasca-restrukturasi jadi kunci utama, bukan siapa yang duduk di kursi komisaris.

